Informasi terbaru Kebudayaan Pilar Industri Pariwisata

Berlin, Kompas - Industri pariwisata berbasis produk dan nilai tradisi budaya bangsa akan semakin berperan penting pada masa-masa mendatang. Tanpa kebudayaan sebagai pilar penopangnya, industri pariwisata akan jenuh, sulit menjaring lebih banyak wisatawan.

Kesadaran ini terlihat sangat menonjol dalam materi ekspose sebagian besar di antara sekitar 180 negara peserta Bursa Pariwisata Internasional (Internationale Tourismus Borse/ITB) Berlin 2010, yang berlangsung 10-14 Maret 2010. Hampir setiap paviliun negara peserta, khususnya dari Asia, produk dan nilai budaya bangsa masing-masing menjadi sajian utama yang mereka ditawarkan.

Pesona dan eksotisme alam dan lingkungan memang masih menghiasi stan tiap negara peserta, tetapi kebanyakan dikemas dalam paduan produk budaya setempat. Kalangan industri pariwisata yang terlibat dalam ajang promosiâ€"sebutlah seperti agen perjalanan, perhotelan, dan maskapai penerbanganâ€"pun selalu menyertakan keragaman budaya di lokasi tujuan dalam brosur dan presentasi yang disampaikan.

Indonesia yang tampil untuk ketiga kalinya dalam ajang promosi terbesar di dunia tersebut, tahun ini, hadir dengan maskot utama binatang langka komodo, ornamen Tana Toraja, Bali, dan Papua. Bursa pariwisata yang sudah ada sejak 1966 ini juga digunakan oleh Garuda Indonesia Airlines untuk mempromosikan kembalinya maskapai nasional milik pemerintah itu melayani rute penerbangan ke Eropa mulai pertengahan 2010.

Paviliun Indonesia yang menempati lahan seluas 800 meter persegi di Hall 26c Messegelande, Berlin, Rabu (10/3) siang waktu setempat, diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI Jero Wacik. Tarian Betawi yang disajikan oleh tim kesenian dari KBRI Berlin dan tarian werena, yang dibawakan langsung misi kesenian dari Papua di arena pameran, mendapatkan sambutan hangat pengunjung.

Menteri Ekonomi dan Teknologi Jerman Rainer Bruderle, yang dalam waktu dekat akan berkunjung ke Indonesia, menyempatkan hadir di Paviliun Indonesia. Didampingi Wali Kota Berlin Klaus Wowereit dan Presiden/CEO ITB Berlin Raimund Hosch, Rainer Bruderle, disambut langsung oleh Jero Wacik dan Duta Besar RI di Berlin, Eddy Pramatomo.

Dalam kesempatan berbincang dengan Kompas, Metro TV, Antara, dan Deusche Welle, Jero Wacik mencanangkan tekadnya untuk merebut pasar wisatawan Eropa. Setelah mengikuti kegiatan serupa di London dan Amsterdam beberapa waktu lalu, partisipasi Indonesia pada ajang promosi di ITB Berlin kali ini dipandang sangat penting.

”Dibandingkan dua kali keikutsertaan terdahulu, kedatangan tim Indonesia kali jauh lebih optismistis. Lebih percaya diri. Kalau keikutsertaan kita yang pertama bersamaan peristiwa tsunami dan yang kedua terjadi kasus bom Bali, sekarang Indonesia dalam kondisi sangat aman. Citra Indonesia sekarang sangat baik,” kata Jero Wacik.

Dari perspektif potensi kepariwisataan, Indonesia memiliki banyak keunggulan dibandingkan negara-negara tetangga, khususnya di Asia Tenggara. Salah satunya keragaman budaya, baik yang bersifat budaya sehari-hari maupun produk-produk budaya yang sudah jadi. (KEN)

Sumber : http://cetak.kompas.com

Tinggalkan komentar anda tentang Kebudayaan Pilar Industri Pariwisata

Informasi terbaru Tak Semua Pengelola Bangunan Pahami Cagar Budaya
Bukittinggi - Tidak semua pengelola atau pemilik bangunan yang berstatus sebagai benda cagar budaya di Kota Bukittinggi memahami soal tersebut. Padahal, tidak kurang dari 43 bangunan di Kota Bukittinggi saat ini berstatus sebagai bangunan cagar budaya.

Wali Kota Bukittinggi Ismet Amzis, Rabu (10/3), mengatakan, hal itu terjadi karena ketidaktahuan warga akibat tidak adanya sosialisasi. Selain itu, keberadaan sejumlah bangunan cagar budaya yang berada relatif jauh dari kawasan permukiman juga membuat informasi soal status bangunan itu tidak diketahui.

”Tetapi, semua 43 bangunan berstatus bangunan cagar budaya itu tetap dipertahankan bentuknya,” kata Ismet seusai membuka Sosialisasi Rehabilitasi Jam Gadang di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi.

Namun ia mengatakan, hingga sejauh ini belum ada perangkat hukum, seperti peraturan daerah, yang memastikan soal jaminan keberadaan semua bangunan cagar budaya itu tetap dalam bentuk aslinya. Termasuk soal adanya jaminan pemberian hukuman dan penghargaan bagi pengelola atau pemilik bangunan yang melanggar ataupun tetap melestarikan bangunan cagar budaya yang ditinggalinya.

Hingga sejauh ini, Pemerintah Kota Bukittinggi mengacu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya dalam upaya pelestarian tersebut. ”Kalau untuk membuat perda, kami harus punya rekomendasi dulu,” kata Ismet. Ia melanjutkan, rekomendasi itu bisa berasal dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) di Batusangkar atau Badan Pelestarian Pusaka Indonesia.

Disinggung soal upaya sosialisasi mengenai bangunan cagar budaya yang dilakukan kepada para pemilik dan pengelola bangunan dengan status bangunan cagar budaya, Ismet mengatakan bahwa hal itu juga belum secara khusus dilakukan. Termasuk menandai bangunan yang termasuk dalam kategori bangunan cagar budaya.

Beberapa di antara bangunan yang termasuk dalam status bangunan cagar budaya itu adalah sejumlah rumah, gedung perkantoran, prasasti, dan bangunan sekolah. ”Kami akan tetap menjaga bangunan bersejarah itu, seperti (bangunan) Mapolresta (Bukittinggi), Dinas Pendidikan, SMP 4, dan SMA 2,” ujar Ismet.

Sebelumnya dari Medan dilaporkan, Pemerintah Kota Medan belum serius dalam melindungi bangunan bersejarah. Dari 600 bangunan yang dinilai bersejarah oleh Badan Warisan Sumatera (BWS), hanya 42 bangunan yang dilindungi Pemerintah Kota Medan. Untuk itu, butuh kesadaran warga untuk melindunginya.

Peraturan Daerah Kota Medan Nomor 06 Tahun 1988 tentang Pelestarian Bangunan dan Lingkungan yang Bersejarah Arsitektur Kepurbakalaan hanya mencantumkan 42 bangunan di Kota Medan yang harus dilindungi. Bangunan itu antara lain Istana Maimoon, gedung bekas Kantor Wali Kota Medan, dan Masjid Raya. Masih ada ratusan bangunan lain yang dari sisi sejarah dan budaya perlu dilindungi.

Tahun 2002 BWS mengusulkan agar Pemkot Medan melindungi 600 bangunan bersejarah. Pemkot Medan menanggapi positif usulan tersebut, tetapi belum juga ada realisasinya. BWS ingin Perda No 06/1988 itu direvisi dan memasukkan ratusan bangunan lainnya sebagai bangunan yang perlu dilindung.

Perda No 06/1988 itu merupakan bentuk hegemoni Pemkot Medan. Mereka bisa kapan saja menghancurkan atau merobohkan bangunan-bangunan bersejarah yang tidak termasuk dalam perda tersebut.

Untuk itu, mereka terdorong membangun kontra hegemoni yang antara lain dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan pemahaman warga atas nilai sejarah dan potensi wisata bangunan-bangunan bersejarah itu melalui wisata kota. (INK)

Tinggalkan komentar anda tentang Tak Semua Pengelola Bangunan Pahami Cagar Budaya

Informasi terbaru Tempat Wisata di Balikpapan Masih Perlu Inovasi
Balikpapan - Ada pemandangan unik di pantai Manggar, Minggu (7/3). Di pantai berpasir putih ini terlihat sekelompok orang sedang mengembangkan parasut dan akhirnya ditarik oleh sebuah mobil. Parasut tersebut melayang ke udara dan yang menaikinya adalah seorang wanita, ini merupakan daya tarik Pantai Segara Sari Manggar, kemarin, warga yang berkunjung di pantai ini pun terhibur dengan pemandangan tersebut.

Bukan hanya orang lokal, dari luar negeri juga aberkunjung ke pantai tersebut dan mereka bersama-sama dengan masyarakt lokal berenang di pantai ini. Cuaca sore kemarin pun bersahabat, namun sayang ombak di pantai Segara Sari Manggar mulai membesar sehingga masyarakat yang tadinya akan berenang mengurungkan niatnya untuk berenang di pantai tersebut.

“Saya setiap akhir pekan selalu berkunjung ke tempat wisata yang ada di Balikpapan, namun sayang ya, Balikpapan kotanya bagus, tetapi tempat wisatanya masih kurang,” terang salahsatu pengunjung Ida kepada Post Metro, kemarin.

Dirinya berharap agar tempat wisata yang ada di Balikpapan diperbanyak lagi terutama tempat wisata yang ada di tengah kota, seperti pantai monumen perjuangan dan pantai belakang Banua Patra agar ada pengelolaan yang baik untuk tempat wisata di pantai ini. “Ada satu pantai yang bagus, yang ada di Hotel Dusit In tapi pantainya jarang dikunjungi masyarakat Balikpapan, di situ pantainya indah,” ucapnya.

Balikpapan merupakan kota jasa, perdagangan dan pariwisata untuk itu banyak hotel yang ada di kota ini bermunculan, namun yang masih kurang adalah tempat wisata yang ada di kota ini.

Banyak potensi yang ada di Kota Balikpapan yang bisa dijadikan tempat wisata, untuk itu masyarakat berharap ada inovasi dari pemerintah untuk menyediakan tempat wisata yang bisa menjadikan daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Balikpapan.(mm-2)

Sumber: http://www.metrobalikpapan.co.id
Tinggalkan komentar anda tentang Tempat Wisata di Balikpapan Masih Perlu Inovasi

Informasi terbaru Bromo Diproyeksikan Jadi Taman Tematik Vulcania
Surabaya - Tahun ini, Gunung Bromo akan diproyeksikan menjadi Taman Tematik Vulcania atau lokasi wisata berbasis gunung seperti Vulcania Park di Propinsi Owen Perancis. "Untuk mewujudkannya, kini dibutuhkan anggaran Rp 200 miliar dengan proses pembangunan selama dua tahun," ujar Wakil Gubernur Jatim, Drs H Saifullah Yusuf saat dikonfirmasi, Kamis (4/3/2010).

Ia mengatakan pembangunan proyek kerja sama Pemerintah RI dengan ILO ini akan diawali di Desa Wringin Anom Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang. Dipilih desa ini karena pemandangannya bagus, potensi alamnya mendukung dan masyarakatnya sudah siap dengan kunjungan wisata. "Sebelum Bromo Vulcania Park mulai dibangun masyarakat sekitar Bromo yang ada di empat kabupaten yakni Malang, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang akan disosialisasi tentang kawasan wisata," kata Gus Ipul sapaan akrabnya.

Wahana wisata yang akan dibangun di area sekitar 50 hektare ini, nanti punya misi pendidikan masyarakat dan anak-anak terkait dengan gunung berapi. Kemasannya, ada penjelasan gunung api secara animasi dan simulatif. Misalnya simulasi gempa, gunung meletus, aliran magma, dan segala hal yang terkait dengan gunung berapi. Pengunjung bisa berpetualang, merasakan, dan belajar segala hal berkaitan dengan gunung api.

Selain itu, melalui Taman Tematik Vulcania ini sangat diharapkannya mampu meningkatkan kunjungan wisatawan asing ke Jawa Timur. Tahun 2009 lalu kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur tujuan Bromo mencapai 160 ribu. Itu hanya yang terpantau dari Bandara Juanda. Kalau Bromo Vulcania Park jadi, diharapkan kunjungan wisatawan mancanegara bisa meningkat sampai 1 juta orang.C5-10

Sumber: http://travel.kompas.com
Tinggalkan komentar anda tentang Bromo Diproyeksikan Jadi Taman Tematik Vulcania

Informasi terbaru Bekasi Bangun Pusat Jajanan Nusantara
SEBUAH pusat jajanan Nusantara akan dibangun di Kota Harapan Indah, Bekasi. Di lokasi itu nantinya seluruh masakan nusantara yang disajikan koki terlatih tersedia untuk para pengunjung kelas atas maupun menengah bawah.

"Pusat jajanan itu nantinya akan menempati areal dua hektare dilengkapi tempat mainan anak, areal pemancingan dan musik hidup," ujar Kepala bidang Pedagang Kaki Lima, Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi Aom Jamhur, di Bekasi, Senin (1/3).

Pembangunan pusat jajanan bekerja sama dengan investor yang peduli dalam menyediakan sarana untuk kuliner bagi pedagang kaki lima dan pedagang besar. Pangsa pasar dari pusat jajanan ini adalah warga Kota Jakarta dan Jabodetabek umumnya yang biasanya pergi ke Bandung untuk menikmati aneka masakan tersebut.

Di pusat jajanan itu nantinya semua masakan nusantara khas daerah asal seperti bubur Manado, makanan Gorontalo, Makasar, Sunda hingga masakan Padang semua tersedia.

Pembicaraan untuk membangun pusat jajanan terus dilakukan diharapkan pada Juni sudah dibangun dan dapat diresmikan akhir 2010.

Untuk mempromosikan keberadaan pusat jajanan tersebut menggunakan media elektronik berupa stasiun TV hingga warga Jakarta dan Jabodetabek agar mereka tahu ada pusat jajanan yang komprehensif serta menyediakan aneka masakan nusantara.

Ratusan pedagang kaki lima dan restoran yang biasa menyediakan makanan khas daerah siap menempati lokasi jajanan tersebut. Pengembang sudah menyatakan akan memungut sewa yang terjangkau sebagai bentuk komitmen dalam menyediakan sarana jajanan yang menjadi ikon Kota Bekasi.

"Kita sudah sampaikan konsepnya bukan untuk mencari keuntungan tapi lebih pada penataan dan pengendalian pedagang serta menyediakan sarana masakan lengkap di satu tempat," ujarnya.

Pembangunan pusat jajanan tersebut tidak menggunakan dana APBD melainkan murni dari swasta, sementara pemerintah daerah hanya memfasilitasi dan melakukan pengawasan.

Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Sutriono menyambut baik gagasan membangun pusat jajanan nusantara tersebut, apalagi daerah itu belum ada sentra yang khusus menawarkan aneka hidangan kuliner.

Ia menyatakan, peran swasta dalam menyediakan sarana berbelanja, wisata dan lainnya perlu terus ditingkatkan hingga Kota Bekasi jadi terdepan sebagai kota jasa dan perdagangan.

"Saya menyambut baik adanya pusat jajanan kuliner tersebut apalagi keberadaannya tanpa membebani APBD," ujar anggota dewan dari PKS itu. (Ant/OL-5)

Sumber : http://www.mediaindonesia.com
Tinggalkan komentar anda tentang Bekasi Bangun Pusat Jajanan Nusantara

Informasi terbaru Jana Vozabova Paparkan Keindahan Bali dan Lombok
London - Mantan penerima beasiswa Darmasiswa Indonesia, Jana Vozabova, di Ceko, memaparkan keindahan Bali dan Lombok melalui foto-foto dalam slide show kepada penonton yang memenuhi gedung kebudayaan kota Ostrava.

Jana juga menjelaskan kehidupan sehari-hari masyarakat Bali dan adat istiadatnya, serta bakat mereka dalam bidang seni tari, gamelan, dan kriya, ujar Counsellor Penerangan, Sosial Budaya dan Pariwisata KBRI Praha, Azis Nurwahyudi kepada korespodnen Antara London, Selasa.

Dikatakannya pemaparan Jana Vozabova itu dilakukan dihadapan penonton pada acara promosi wisata "Kolem Sveta" atau Keliling Dunia yang diselenggarakan di kota Ostrava, Ceko, baru baru ini.

Jana, selain menjelaskan keindahan Lombok dengan gunung Rinjani, juga memaparkan kegiatan Yayasan Kintari yang diketuainya termasuk dalam membantu membangun SD Ngolang di Lombok.

Dalam acara itu juga ditampilkan Tari Taruna Jaya dari Bali dibawakan I Gusti Agung Ayu Oka Partini, dosen ISI Denpasar, dan Tari Kayau dari Kalimantan oleh Raka Pamungkas, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Metropolitan University Praha, yang memukau masyarakat kota Ostrava, Ceko.

Penampilan tari tradisional dan penjelasan Jana tersebut menambah nilai lebih bagi promosi wisata tanah air karena selain Indonesia ditampilkan juga obyek wisata yang menarik dari negara lain seperti Sri Lanka, Bhutan, Chile, Peru, dan Bolivia oleh panitia.

KBRI Praha membagikan berbagai brosur informasi wisata dalam Bahasa Ceko termasuk cara pengurusan visa ke Indonesia karena banyak warga Ostrava, perbatasan Ceko-Polandia, meminta informasi mengenai tempat-tempat menarik selain Bali dan Lombok yang bisa dikunjungi.

KBRI Praha berharap dengan makin tersebarnya informasi mengenai Indonesia di Ceko akan membantu program pemerintah untuk menarik lebih banyak wisatawan Ceko yang berkunjung ke tanah air, demikian Azis Nurwahyudi. (U-ZG/R009)

Sumber : http://www.antaranews.com
Tinggalkan komentar anda tentang Jana Vozabova Paparkan Keindahan Bali dan Lombok

Informasi terbaru Meriah, Pawai Budaya HUT Kota Disaksikan Puluhan Ribu Warga Balikpapan
BALIKPAPAN- Pawai budaya atau pembangunan dalam rangka memeriahkan perayaan HUT Kota ke-113 yang digelar, Minggu (21/2) kemarin berlangsung meriah. Pawai pembangunan yang dimulai sejak pukul 14.30 WITA ini dilepas dari halaman Balikapapan Sport and Conventioan Center (BSCC) Dome dengan menempuh jarak lebih dari 10 kilometer menuju panggung kehormatan di depan Kantor DPRD.

Hampir seluruh komponen masyarakat Balikpapan dan sekitarnya turut ambil bagian dalam pawai ini. Mulai dari kalangan pelajar, instansi di lingkungan pemkot, ormas, OKP, institusi swasta, partai politik hingga masyarakat umum dari seluruh penjuru Balikpapan.

Berbagai atraksi pun disajikan oleh para peserta pawai, terutama saat melintasi panggung kehormatan yang berada tepat di depan Balaikota. Mulai dari atraksi kesenian tradisional, seni bela diri maupun ketangkasan, hingga iring-iringan kendaraan hias pun turut menyemarakkan pawai pembangunan ini.

Tak jarang para peserta tampil dengan gaya yang kocak, sehingga membuat para penonton tertawa. Antusiasme masyarakat Balikpapan begitu tinggi untuk menyaksikan pawai yang dipusatkan di sepanjang jalan Jenderal Kalandasan.

Masyarakat pun tumpah ruah di sepanjang jalan hingga memadati median jalan demi menyaksikan kegiatan tahunan di bulan Februari ini. Nampak jembatan penyeberangan orang (JPO) simpang Balikpapan Plaza juga dipenuhi masyarakat.

Tampak menyaksikan di panggung kehormatan diantaranya Wakil Walikota HM Rizal Effendi SE Ketua DPRD H Andi Burhanuddin Solong, Kepala Kejaksaaan Negeri M Syaiful SH, Dandim Letkol Rifki, perwakilan Lanal dan Lanud serta pejabat di lingkungan Pemkot Balikpapan.

Terikanya matahari tak menyurutkan warga kota untuk menyaksikan pawai budaya. Bagaimana tidak, pawai budaya kali ini menyuguhkan berbagai macam atraksi dan teradisi seni yang melambangkan keanekaragaman dan keakraban sejumlah etnis yang berdomisili di Kota Beriman.

Kendaraan hias dari berbagai etnis, instansi dan partai politik yang ambil bagian. Masing-masing peserta memperlihatkan aksinya, seperti dari paguyuban Tanah Toraja (Tator) yang mempertunjukkan tarian khasnya, paguyuban reog Ponorogo, ogoh-ogoh dari Bali, baju adat daerah, kuda lumping dan lainnya.

Sebagian peserta yang menggunakan kendaraan hias melintasi panggung kehormatan, ada pula yang menyempatkan menyerahkan pelakat dan cinderamata kepada Wawali Rizal dan mupida sebagai kenang-kenangan perayaan HUT Kota.

Seperti yang dilakukan Paguyuban Banyuwangi. Melintasi simpang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO), Gunung Sari, Karang Jati, Muara Rapak, Karang Anyar, Jalan Minyak dan kembali ke Lapangan Merdeka sebagai lokasi finish.

“Terima kasih sudah berpartisipasi, semoga selalu rukun dan maju bersama membangun kota,” ujar Rizal Sebelumnya, juga berlangsung CGH On The Sreet dari kelompok pelajar SMP/SMA dan organisasi atau kelurahan.

Karnaval ini juga tidak kalah heboh, semua peserta mendomnasi pakaian dan perlengkapan lainnya dengan barang daur ulang. Termasuk festival drumband bagi pelajar SD SMP dan SMA yang mengambil star dari Ruko Bandar dan finis di depan panggung kehormatan.(die)

Sumber : http://www.metrobalikpapan.co.id
Tinggalkan komentar anda tentang Meriah, Pawai Budaya HUT Kota Disaksikan Puluhan Ribu Warga Balikpapan

Informasi terbaru Festival Langgam Melayu ke-3 Sumut 2010 Dibuka Besok
Batangkuis - Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) H Syamsul Arifin SE gelar Datuk Sri Lelawangsa Hidayatullah akan membuka secara resmi Festival Langgam Melayu ke-3 tingkat Sumatera Utara (Sumut) 2010 sekaligus meresmikan warung pintar "Datuk Sri" di kawasan Kampoeng Niaga Batangkuis Deli Serdang besok, Jumat (26/2).

Demikian dikatakan Pimpinan Dirgantara Group OK Khaidar Aswan didampingi Project Officer Kampoeng Niaga Event’s Creative Hotma Darwis Pasaribu kepada Analisa, Rabu (24/2).

Festival langgam melayu tingkat Sumut 2010 merupakan event yang ke-3 sejak digelar tahun 2006 yang dicetuskan OK Khaidar Aswan gelar Datuk Muda Paduka Diraja Batangkuis Kesultanan Negeri Serdang di Rumah Kedatukan Batangkuis dengan tujuan melestarikan budaya asli anak negeri yang memiliki nilai-nilai filosofis tinggi dan bermartabat.

Selain itu, festival yang menjadi ‘icon’ Dirgantara Group ini bermanfaat sebagai ‘tameng’ untuk menangkal budaya asing negatif yang telah merusak tatanan moral anak negeri Indonesia khususnya bagi generasi muda.

"Festival ini berlangsung selama 3 hari mulai tanggal 26-28 Peberuari 2010. Bagi masyarakat bebas menonton sekaligus akan digelar lomba busana melayu serta bazaar" tandas Hotma.

Diperkirakan, pembukaan festival sedikitnya akan dihadiri seribuan undangan dan pengunjung sebagaimana pelaksanaan festival tahun-tahun sebelumnya.

Resmikan Warung Pintar

Selain membuka secara resmi festival langgam melayu ke-3 tingkat Sumut 2010, Syamsul Arifin yang juga Gubernur Sumut juga akan meresmikan penggunaan warung pintar "Datuk Sri" di Kampeong Niaga dperuntukkan umum bagi masyarakat.

"Keberadaan warung pintar Datuk Sri ini menjawab program pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa agar tidak bodoh" tegas OK Khaidar.

Tahap awal, warung pintar yang akan diresmukan tersebut menyediakan ribuan buku berbagai disiplin ilmu dan akan terus ditingkatkan jumlahnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Khaidar berharap, masyarakat mau memanfaatkan keberadaan warung pintar Datuk Sri guna menambah wawasan dan ilmu pengetahuan sekaligus membantu kesulitan warga untuk mengakses informasi buku-buku yang dibutuhkan selama ini. (ak)

Sumber: http://analisadaily.com
Tinggalkan komentar anda tentang Festival Langgam Melayu ke-3 Sumut 2010 Dibuka Besok

Recent Posts