Diposting oleh
putu
/ 06.21 /
Comments: (0)
Informasi terbaru Aksi Gemulai Tangan Penari Pakkarena di Atas Sampan
MENYAKSIKAN pertunjukan tarian tradisional mungkin sudah biasa di mata Anda. Namun, pementasan tarian yang satu ini sungguh unik karena dilakukan di atas sampan.
Pemandangan itulah yang terlihat di Pantai Losari Makassar, Minggu (10/10) lalu. Sebanyak 100 penari berpakaian adat Bugis Makassar (baju bodo) mempertontonkan salah satu tari tradisional yang cukup sakral di daerah ini.
Agar gerak tarian terlihat sempurna, kipas berwarna cantik pun tak boleh lepas dari jari-jemari tangan para penari, yang notabene masih duduk di bangku kuliah di Fakultas Seni dan Design Universitas Negeri Makassar. Mereka pun menari tidak di tempat pada umumnya, melainkan di atas sampan atau biasa disebut Lepa-lepa.
Mereka mengiringi irama kecapi dan pukulan gendang yang menjadi musik pengiring tarian tersebut dengan khidmat. Lepa-lepa yang membawanya bergerak dari arah tengah laut dan merapat ke arah anjungan Pantai Losari Makassar.
Di dermaga, puluhan penari Pakkarena menyempurnakan setiap gerak tari yang hanya dibawakan di hadapan keluarga kerajaan di masa lalu. Dengan gerakan nan gemulai, mereka mempertontonkan tarian itu di hadapan ribuan pengunjung yang sengaja datang menyaksikan acara tersebut.
Temaram senja pun perlahan turun meninggalkan siluet indah pada setiap gerakan penari di dermaga dan di atas perahu. Di mana Pantai Losari sudah dikenal dengan pemandangan sunset-nya (matahari tenggelam).
Acara yang dikemas dalam kegiatan bertajuk âMakassar Art Momenâ 2010 ini dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan ulang tahun Kota Makassar ke-403.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjuddin yang membuka acara mengaku bangga dengan kegiatan itu. Pasalnya, kegiatan ini pertama kali dilakukan sejak terciptanya Tari Pakkarena.
"Peristiwa ini menjadi catatan penting dan sejarah tak terlupakan. Ini juga mendorong kreativitas para generasi muda untuk terus berkarya, "imbuhnya.
Menurut Ilham, menghidupkan warisan budaya leluhur sangat diperlukan di era saat ini. Hal itu, kata dia, dapat menciptakan karakter Makassar Kota Dunia yang telah menjadi visi Makassar.
Senada pernyataan wali kota, Rektor UNM Prof. Arismunandar mengemukakan pentingnya mengejawantahkan fungsi trilogi perguruan tinggi pengabdian pada masyarakat. Menurutnya, persembahan Tari Pakkarena itu salah satu upaya optimalisasi kreativitas generasi muda.
Rangkaian âMakassar Art Momenâ tak hanya berhenti di sini saja. Prosesi Tari Kolosal Pakkarena menjadi pembuka kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis 14 Oktober mendatang. Pagelaran seni, pameran lukisan, seni pertunjukan masuk pula dalam rangkaian acara tersebut. Tak ketinggalan, beberapa seniman asal Australia dan Chekoslovakia pun turut terlibat dalam acara lanjutan yang digelar di Fort Rotterdam. (tty)
Sumber : http://lifestyle.okezone.com
Pemandangan itulah yang terlihat di Pantai Losari Makassar, Minggu (10/10) lalu. Sebanyak 100 penari berpakaian adat Bugis Makassar (baju bodo) mempertontonkan salah satu tari tradisional yang cukup sakral di daerah ini.
Agar gerak tarian terlihat sempurna, kipas berwarna cantik pun tak boleh lepas dari jari-jemari tangan para penari, yang notabene masih duduk di bangku kuliah di Fakultas Seni dan Design Universitas Negeri Makassar. Mereka pun menari tidak di tempat pada umumnya, melainkan di atas sampan atau biasa disebut Lepa-lepa.
Mereka mengiringi irama kecapi dan pukulan gendang yang menjadi musik pengiring tarian tersebut dengan khidmat. Lepa-lepa yang membawanya bergerak dari arah tengah laut dan merapat ke arah anjungan Pantai Losari Makassar.
Di dermaga, puluhan penari Pakkarena menyempurnakan setiap gerak tari yang hanya dibawakan di hadapan keluarga kerajaan di masa lalu. Dengan gerakan nan gemulai, mereka mempertontonkan tarian itu di hadapan ribuan pengunjung yang sengaja datang menyaksikan acara tersebut.
Temaram senja pun perlahan turun meninggalkan siluet indah pada setiap gerakan penari di dermaga dan di atas perahu. Di mana Pantai Losari sudah dikenal dengan pemandangan sunset-nya (matahari tenggelam).
Acara yang dikemas dalam kegiatan bertajuk âMakassar Art Momenâ 2010 ini dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan ulang tahun Kota Makassar ke-403.
Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjuddin yang membuka acara mengaku bangga dengan kegiatan itu. Pasalnya, kegiatan ini pertama kali dilakukan sejak terciptanya Tari Pakkarena.
"Peristiwa ini menjadi catatan penting dan sejarah tak terlupakan. Ini juga mendorong kreativitas para generasi muda untuk terus berkarya, "imbuhnya.
Menurut Ilham, menghidupkan warisan budaya leluhur sangat diperlukan di era saat ini. Hal itu, kata dia, dapat menciptakan karakter Makassar Kota Dunia yang telah menjadi visi Makassar.
Senada pernyataan wali kota, Rektor UNM Prof. Arismunandar mengemukakan pentingnya mengejawantahkan fungsi trilogi perguruan tinggi pengabdian pada masyarakat. Menurutnya, persembahan Tari Pakkarena itu salah satu upaya optimalisasi kreativitas generasi muda.
Rangkaian âMakassar Art Momenâ tak hanya berhenti di sini saja. Prosesi Tari Kolosal Pakkarena menjadi pembuka kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis 14 Oktober mendatang. Pagelaran seni, pameran lukisan, seni pertunjukan masuk pula dalam rangkaian acara tersebut. Tak ketinggalan, beberapa seniman asal Australia dan Chekoslovakia pun turut terlibat dalam acara lanjutan yang digelar di Fort Rotterdam. (tty)
Sumber : http://lifestyle.okezone.com
Diposting oleh
putu
/ 02.59 /
Comments: (0)
Informasi terbaru Bahasa Gaul Ancam Bahasa Indonesia
Jakarta, Perkembangan zaman dan teknologi informasi telah menggiring kaum muda untuk berkomunikasi dengan caranya sendiri, hingga bisa mengancam bahasa Indonesia.
"Bahasa Indonesia yang baik dan benar pun jadi korbannya dan kalau mau menggunakan bahasa Indonesia total saja. Jangan dicampur dengan bahasa rekaan sendiri atas nama bahasa gaul," kata Ketua Program Studi Indonesia Universitas Indonesia, Maria Josephine Mantik, di Jakarta, Sabtu (9/10).
Dijelaskan Maria, bahasa Indonesia adalah identias bangsa, karenanya tidak pantas perkembangan zaman dan perubahan teknologi komunikasi menggerusnya. Terlebih dasarnya hanya, atas dasar pergaulan.
Pergeseran itu tampak di kalangan remaja, utamanya saat mengirim pesan singkat via telepon seluuler atau berkomunikasi di dunia maya melalui akun Facebook.
Salah satu contoh bahasa komunikasi mereka yang dikatakan bahasa gaul adalah dengan menyingkat huruf dengan angka dalam sebuah kata.
Sebagai contoh kata Maria, "9ax aneh kok ay..slmet ya mo9a lan99eng. amHIen". Kalimat itu artinya, "nggak aneh kok Ay,selamat ya semoga langgeng. Amin."
Bahasa gaul atau yang kerap disebut bahasa "alay", menurut Maria, baik. Asal dikendalikan, jangan kebablasan seperti sekarang ini, setiap saat mempergunakan bahasa gaul, tidak lagi melihat tempat dan momennya.
Untuk itulah diskusi ini digelar sebagai peringatan kepada anak muda untuk tidak terus menerus bercakap dengan bahasa gaul karena bahasa itu bisa merusak tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Menurut Maria, munculnya bahasa gaul terjadi karena dinamika kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi komunikasi yang pesat turut mendorong perkembangan bahasa. Ditambah lagi dengan kemunculan situs jejaring sosial di dunia maya.
Awal tahun 2000 kata Maria, menjadi titik penting,dikenalnya istilah bahasa gaul, terutama di kalangan anak muda.
Masyarakat pengguna media internet memanfaatkan bahasa gaul untuk berkomunikasi secara online. Akhirnya penggunaan bahasa gaul tumbuh dengan subur di dunia maya.
Bahasa gaul atau "alay" berkembang karena remaja atau anak muda ingin diakui statusnya di dalam pergaulan. Karena itulah, mereka rela mengubah gaya bicara, mimik, bahasa tulisan, bahkan sampai mengubah gaya berpakaiannya.
Untuk mengendalikan itu semua, peran orangtua, keluarga, pengajar, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Jika tidak, penggunaan bahasa "alay" itu akan merusak penggunaan tata bahasa Indonesia dan bahasa lainnya," papar Maria.
Saat ini, tambah Maria, pengetahuan kaum muda, termasuk mahasiswa dalam penggunaan bahasa Indonesia sangat minim, ini diketahui saat mereka membuat makalah atau presentasi. Banyak mahasiswa yang tidak mengerti penggunaan tata bahasa Indonesia karena kerap menggunakan bahasa "alay" dalam percakapan sehari-hari.
Sementara itu pengamat komunikasiDian Budiargo menuturkan, penggunaan bahasa "alay" bisa menyebabkan pembentukkan pemahaman yang mengkristal di kaum muda. Hal ini dikhawatirkan akan merusak tatanan bahasa Indonesia.
"Seperti kata lu dan gue, jika dua kata itu digunakan antar teman tidak akan menjadi masalah. Namun jika digunakan pada acara formal, maka akan muncul anggapan rendahnya tingkat profesionalisme seseorang dalam suatu hubungan kerja," ujar Dian.
Untuk menghindari makin hilangnya pemahaman kaum muda dan masyarakat tentang bahasa Indonesia adalah perlunya ditanamkan kesadaran dan pemahaman membedakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai konteks," tutur Dian.
Dian mengimbau kepada masyarakat termasuk pendidik untuk menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang utama dan penting sebagai warga negara Indonesia.
"Di era global, penguasaan bahasa asing tetap diperlukan. Namun yang lebih penting adalah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Sehingga kekhawtairan kita akan buramnya penggunaan bahasa Indonesia di media digital yang dianggap tidak baik dan tidak benar tidak akan terjadi," terang Dian.
Sumber : http://www.gatra.com
"Bahasa Indonesia yang baik dan benar pun jadi korbannya dan kalau mau menggunakan bahasa Indonesia total saja. Jangan dicampur dengan bahasa rekaan sendiri atas nama bahasa gaul," kata Ketua Program Studi Indonesia Universitas Indonesia, Maria Josephine Mantik, di Jakarta, Sabtu (9/10).
Dijelaskan Maria, bahasa Indonesia adalah identias bangsa, karenanya tidak pantas perkembangan zaman dan perubahan teknologi komunikasi menggerusnya. Terlebih dasarnya hanya, atas dasar pergaulan.
Pergeseran itu tampak di kalangan remaja, utamanya saat mengirim pesan singkat via telepon seluuler atau berkomunikasi di dunia maya melalui akun Facebook.
Salah satu contoh bahasa komunikasi mereka yang dikatakan bahasa gaul adalah dengan menyingkat huruf dengan angka dalam sebuah kata.
Sebagai contoh kata Maria, "9ax aneh kok ay..slmet ya mo9a lan99eng. amHIen". Kalimat itu artinya, "nggak aneh kok Ay,selamat ya semoga langgeng. Amin."
Bahasa gaul atau yang kerap disebut bahasa "alay", menurut Maria, baik. Asal dikendalikan, jangan kebablasan seperti sekarang ini, setiap saat mempergunakan bahasa gaul, tidak lagi melihat tempat dan momennya.
Untuk itulah diskusi ini digelar sebagai peringatan kepada anak muda untuk tidak terus menerus bercakap dengan bahasa gaul karena bahasa itu bisa merusak tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Menurut Maria, munculnya bahasa gaul terjadi karena dinamika kehidupan masyarakat. Kemajuan teknologi komunikasi yang pesat turut mendorong perkembangan bahasa. Ditambah lagi dengan kemunculan situs jejaring sosial di dunia maya.
Awal tahun 2000 kata Maria, menjadi titik penting,dikenalnya istilah bahasa gaul, terutama di kalangan anak muda.
Masyarakat pengguna media internet memanfaatkan bahasa gaul untuk berkomunikasi secara online. Akhirnya penggunaan bahasa gaul tumbuh dengan subur di dunia maya.
Bahasa gaul atau "alay" berkembang karena remaja atau anak muda ingin diakui statusnya di dalam pergaulan. Karena itulah, mereka rela mengubah gaya bicara, mimik, bahasa tulisan, bahkan sampai mengubah gaya berpakaiannya.
Untuk mengendalikan itu semua, peran orangtua, keluarga, pengajar, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Jika tidak, penggunaan bahasa "alay" itu akan merusak penggunaan tata bahasa Indonesia dan bahasa lainnya," papar Maria.
Saat ini, tambah Maria, pengetahuan kaum muda, termasuk mahasiswa dalam penggunaan bahasa Indonesia sangat minim, ini diketahui saat mereka membuat makalah atau presentasi. Banyak mahasiswa yang tidak mengerti penggunaan tata bahasa Indonesia karena kerap menggunakan bahasa "alay" dalam percakapan sehari-hari.
Sementara itu pengamat komunikasiDian Budiargo menuturkan, penggunaan bahasa "alay" bisa menyebabkan pembentukkan pemahaman yang mengkristal di kaum muda. Hal ini dikhawatirkan akan merusak tatanan bahasa Indonesia.
"Seperti kata lu dan gue, jika dua kata itu digunakan antar teman tidak akan menjadi masalah. Namun jika digunakan pada acara formal, maka akan muncul anggapan rendahnya tingkat profesionalisme seseorang dalam suatu hubungan kerja," ujar Dian.
Untuk menghindari makin hilangnya pemahaman kaum muda dan masyarakat tentang bahasa Indonesia adalah perlunya ditanamkan kesadaran dan pemahaman membedakan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai konteks," tutur Dian.
Dian mengimbau kepada masyarakat termasuk pendidik untuk menjaga dan melestarikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang utama dan penting sebagai warga negara Indonesia.
"Di era global, penguasaan bahasa asing tetap diperlukan. Namun yang lebih penting adalah menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa utama. Sehingga kekhawtairan kita akan buramnya penggunaan bahasa Indonesia di media digital yang dianggap tidak baik dan tidak benar tidak akan terjadi," terang Dian.
Sumber : http://www.gatra.com
Diposting oleh
putu
/ 18.31 /
Comments: (0)
Informasi terbaru Warga Melayu Kalimantan Barat Gelar Silaturahim
PONTIANAK - Ratusan warga Melayu di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menghadiri acara silaturahim yang digelar di Rumah Adat Melayu Pontianak, Sabtu (2/10/2010).

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Chairil Effendi mengatakan, acara silaturahim tersebut merupakan ajang pertemuan antara sesama warga Melayu yang ada di Kalbar.
âJuga ajang pertemuan antara masyarakat Melayu di luar komunitas masyarakat Melayu,â kata Chairil Effendy disela-sela kegiatan, Sabtu.
Selain itu, kata Chairil, silaturahim itu untuk memperbaiki diri dan hubungan sosial dengan memperteguh dakwah âUkhuwah Islamiyahâ.
Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Melayu di Kalbar untuk tetap bersimpati, bersinergi satu sama lain agar tidak lagi ada ketimpangan sosial.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalbar Yusri Zainuddin mengatakan, dengan momentum silaturahim, diharapkan keluarga besar MABM Kalbar kiranya dapat memaknai dan mengambil hikmah Idul Fitri.
âSehingga semangat persaudaraan dan kebersamaan yang telah terjalin di tengah-tengah masyarakat Kalbar dapat terus berlangsung dan ditingkatkan sehingga pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor,â ungkap Yusri.
Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar Thadeus Yus menilai, silaturahim yang digelar itu merupakan bentuk dari kekerabatan antarkelompok.
Dia berharap, kebersamaan antarkelompok di Kalbar tetap terpelihara. âJangan lagi ada yang bersekat-sekat. Kelompok itu adalah internal tetapi diluar itu kita adalah universal,â ungkap Thadeus.
Thadeus menyambut baik silaturahim yang digelar MABM Kalbar tersebut untuk meningkatkan silaturahim antaretnis di provinsi itu.
Sumber : http://www.surya.co.id

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Chairil Effendi mengatakan, acara silaturahim tersebut merupakan ajang pertemuan antara sesama warga Melayu yang ada di Kalbar.
âJuga ajang pertemuan antara masyarakat Melayu di luar komunitas masyarakat Melayu,â kata Chairil Effendy disela-sela kegiatan, Sabtu.
Selain itu, kata Chairil, silaturahim itu untuk memperbaiki diri dan hubungan sosial dengan memperteguh dakwah âUkhuwah Islamiyahâ.
Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Melayu di Kalbar untuk tetap bersimpati, bersinergi satu sama lain agar tidak lagi ada ketimpangan sosial.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalbar Yusri Zainuddin mengatakan, dengan momentum silaturahim, diharapkan keluarga besar MABM Kalbar kiranya dapat memaknai dan mengambil hikmah Idul Fitri.
âSehingga semangat persaudaraan dan kebersamaan yang telah terjalin di tengah-tengah masyarakat Kalbar dapat terus berlangsung dan ditingkatkan sehingga pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor,â ungkap Yusri.
Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar Thadeus Yus menilai, silaturahim yang digelar itu merupakan bentuk dari kekerabatan antarkelompok.
Dia berharap, kebersamaan antarkelompok di Kalbar tetap terpelihara. âJangan lagi ada yang bersekat-sekat. Kelompok itu adalah internal tetapi diluar itu kita adalah universal,â ungkap Thadeus.
Thadeus menyambut baik silaturahim yang digelar MABM Kalbar tersebut untuk meningkatkan silaturahim antaretnis di provinsi itu.
Sumber : http://www.surya.co.id
Diposting oleh
putu
/ 08.21 /
Comments: (0)
Informasi terbaru Warga Melayu Kalimantan Barat Gelar Silaturahim
PONTIANAK - Ratusan warga Melayu di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menghadiri acara silaturahim yang digelar di Rumah Adat Melayu Pontianak, Sabtu (2/10/2010).

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Chairil Effendi mengatakan, acara silaturahim tersebut merupakan ajang pertemuan antara sesama warga Melayu yang ada di Kalbar.
âJuga ajang pertemuan antara masyarakat Melayu di luar komunitas masyarakat Melayu,â kata Chairil Effendy disela-sela kegiatan, Sabtu.
Selain itu, kata Chairil, silaturahim itu untuk memperbaiki diri dan hubungan sosial dengan memperteguh dakwah âUkhuwah Islamiyahâ.
Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Melayu di Kalbar untuk tetap bersimpati, bersinergi satu sama lain agar tidak lagi ada ketimpangan sosial.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalbar Yusri Zainuddin mengatakan, dengan momentum silaturahim, diharapkan keluarga besar MABM Kalbar kiranya dapat memaknai dan mengambil hikmah Idul Fitri.
âSehingga semangat persaudaraan dan kebersamaan yang telah terjalin di tengah-tengah masyarakat Kalbar dapat terus berlangsung dan ditingkatkan sehingga pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor,â ungkap Yusri.
Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar Thadeus Yus menilai, silaturahim yang digelar itu merupakan bentuk dari kekerabatan antarkelompok.
Dia berharap, kebersamaan antarkelompok di Kalbar tetap terpelihara. âJangan lagi ada yang bersekat-sekat. Kelompok itu adalah internal tetapi diluar itu kita adalah universal,â ungkap Thadeus.
Thadeus menyambut baik silaturahim yang digelar MABM Kalbar tersebut untuk meningkatkan silaturahim antaretnis di provinsi itu.
Sumber : http://www.surya.co.id

Ketua Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kalbar, Chairil Effendi mengatakan, acara silaturahim tersebut merupakan ajang pertemuan antara sesama warga Melayu yang ada di Kalbar.
âJuga ajang pertemuan antara masyarakat Melayu di luar komunitas masyarakat Melayu,â kata Chairil Effendy disela-sela kegiatan, Sabtu.
Selain itu, kata Chairil, silaturahim itu untuk memperbaiki diri dan hubungan sosial dengan memperteguh dakwah âUkhuwah Islamiyahâ.
Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Melayu di Kalbar untuk tetap bersimpati, bersinergi satu sama lain agar tidak lagi ada ketimpangan sosial.
Sementara, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalbar Yusri Zainuddin mengatakan, dengan momentum silaturahim, diharapkan keluarga besar MABM Kalbar kiranya dapat memaknai dan mengambil hikmah Idul Fitri.
âSehingga semangat persaudaraan dan kebersamaan yang telah terjalin di tengah-tengah masyarakat Kalbar dapat terus berlangsung dan ditingkatkan sehingga pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor,â ungkap Yusri.
Ketua Dewan Adat Dayak Kalbar Thadeus Yus menilai, silaturahim yang digelar itu merupakan bentuk dari kekerabatan antarkelompok.
Dia berharap, kebersamaan antarkelompok di Kalbar tetap terpelihara. âJangan lagi ada yang bersekat-sekat. Kelompok itu adalah internal tetapi diluar itu kita adalah universal,â ungkap Thadeus.
Thadeus menyambut baik silaturahim yang digelar MABM Kalbar tersebut untuk meningkatkan silaturahim antaretnis di provinsi itu.
Sumber : http://www.surya.co.id
Diposting oleh
putu
/ 04.14 /
Comments: (0)
Informasi terbaru Presiden Mendapat Gelar Adat Kesultanan Ternate
Ternate: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat gelar adat Kesultanan Ternate. Ia mendapat gelar Makokuta atau pemimpin yang bersih, bijaksana dan memiliki kekuatan untuk mengendalikan bumi yang diberikan langsung oleh Sultan Ternate Mudhafar Syah.
Upacara penobatan di Ballrom Halmahera, Hotel Amara, sempat diwarnai kepanikan akibat gempa, Selasa (3/8). Sejumlah undangan berlarian keluar ruangan akibat kuatnya gempa yang berkekuatan 6,4 skala Richter menguncang Kota Ternate pada sekitar pukul 22.26 WIT atau 19.26 WIB.
Sebelum diberikan gelar adat, Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono mengikuti prosesi adat Ternate, yaitu Joko Kaha atau injak tanah. Prosesi adat ini digelar bagi orang yang baru pertama kali mengjinjak kakinya di Bumi Moloku Kieraha atau wilayah Maluku Utara. Presiden dan Ibu Ani diminta menginjakan tanah yang ditempatkan di bejana kecil. Kaki kemudian dicuci oleh dua remaja putri dengan air yang sudah disediakan dalam bejana yang lain.
Usai mengikuti upacara Joko Kaha, Sultan Mudhafar Syah memberikan jubah kebesaran Kesultanan Ternate dan menyematkan penutup kepala atau Takoa kepada SBY. Acara ini sekaligus menobatkan SBY dengan gelar Alam Makokuta.(Burhanuddin Arsyad/BEY)
Sumber : http://www.metrotvnews.com
Upacara penobatan di Ballrom Halmahera, Hotel Amara, sempat diwarnai kepanikan akibat gempa, Selasa (3/8). Sejumlah undangan berlarian keluar ruangan akibat kuatnya gempa yang berkekuatan 6,4 skala Richter menguncang Kota Ternate pada sekitar pukul 22.26 WIT atau 19.26 WIB.
Sebelum diberikan gelar adat, Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono mengikuti prosesi adat Ternate, yaitu Joko Kaha atau injak tanah. Prosesi adat ini digelar bagi orang yang baru pertama kali mengjinjak kakinya di Bumi Moloku Kieraha atau wilayah Maluku Utara. Presiden dan Ibu Ani diminta menginjakan tanah yang ditempatkan di bejana kecil. Kaki kemudian dicuci oleh dua remaja putri dengan air yang sudah disediakan dalam bejana yang lain.
Usai mengikuti upacara Joko Kaha, Sultan Mudhafar Syah memberikan jubah kebesaran Kesultanan Ternate dan menyematkan penutup kepala atau Takoa kepada SBY. Acara ini sekaligus menobatkan SBY dengan gelar Alam Makokuta.(Burhanuddin Arsyad/BEY)
Sumber : http://www.metrotvnews.com
Diposting oleh
putu
/ 19.41 /
Comments: (0)
Informasi terbaru Presiden Mendapat Gelar Adat Kesultanan Ternate
Ternate: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendapat gelar adat Kesultanan Ternate. Ia mendapat gelar Makokuta atau pemimpin yang bersih, bijaksana dan memiliki kekuatan untuk mengendalikan bumi yang diberikan langsung oleh Sultan Ternate Mudhafar Syah.
Upacara penobatan di Ballrom Halmahera, Hotel Amara, sempat diwarnai kepanikan akibat gempa, Selasa (3/8). Sejumlah undangan berlarian keluar ruangan akibat kuatnya gempa yang berkekuatan 6,4 skala Richter menguncang Kota Ternate pada sekitar pukul 22.26 WIT atau 19.26 WIB.
Sebelum diberikan gelar adat, Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono mengikuti prosesi adat Ternate, yaitu Joko Kaha atau injak tanah. Prosesi adat ini digelar bagi orang yang baru pertama kali mengjinjak kakinya di Bumi Moloku Kieraha atau wilayah Maluku Utara. Presiden dan Ibu Ani diminta menginjakan tanah yang ditempatkan di bejana kecil. Kaki kemudian dicuci oleh dua remaja putri dengan air yang sudah disediakan dalam bejana yang lain.
Usai mengikuti upacara Joko Kaha, Sultan Mudhafar Syah memberikan jubah kebesaran Kesultanan Ternate dan menyematkan penutup kepala atau Takoa kepada SBY. Acara ini sekaligus menobatkan SBY dengan gelar Alam Makokuta.(Burhanuddin Arsyad/BEY)
Sumber : http://www.metrotvnews.com
Upacara penobatan di Ballrom Halmahera, Hotel Amara, sempat diwarnai kepanikan akibat gempa, Selasa (3/8). Sejumlah undangan berlarian keluar ruangan akibat kuatnya gempa yang berkekuatan 6,4 skala Richter menguncang Kota Ternate pada sekitar pukul 22.26 WIT atau 19.26 WIB.
Sebelum diberikan gelar adat, Presiden bersama Ibu Ani Yudhoyono mengikuti prosesi adat Ternate, yaitu Joko Kaha atau injak tanah. Prosesi adat ini digelar bagi orang yang baru pertama kali mengjinjak kakinya di Bumi Moloku Kieraha atau wilayah Maluku Utara. Presiden dan Ibu Ani diminta menginjakan tanah yang ditempatkan di bejana kecil. Kaki kemudian dicuci oleh dua remaja putri dengan air yang sudah disediakan dalam bejana yang lain.
Usai mengikuti upacara Joko Kaha, Sultan Mudhafar Syah memberikan jubah kebesaran Kesultanan Ternate dan menyematkan penutup kepala atau Takoa kepada SBY. Acara ini sekaligus menobatkan SBY dengan gelar Alam Makokuta.(Burhanuddin Arsyad/BEY)
Sumber : http://www.metrotvnews.com
Diposting oleh
putu
/ 16.10 /
Comments: (0)
Informasi terbaru Warga Gelar Festival Kampung Ramadhan
Makassar - Warga di kawasan Boulevard menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan menggelar festival kampung Ramadhan.
Menurut panitia pelaksana, Haris, di Makassar, Selasa, festival ini akan diadakan selama bulan Ramadhan, dan berakhir pada tanggal 10 September 2010.
Ia mengatakan, dalam festival ini tersedia berbagai jajanan khas bulan Ramadhan, yaitu hidangan berbuka puasa, seperti es kelapa muda, kue-kue khas Sulsel, dan sebagainya.
"Selain menyediakan hidangan kuliner, pada festival ini juga terdapat berbagai produk busana, mulai dari pakaian Muslim, hingga pakaian anak-anak," tuturnya.
Untuk semakin memeriahkan festival kampung Ramadhan, pihak panitia juga menyediakan fasilitas panggung hiburan dan juga berbagai perlombaan.
"Untuk menghibur pengunjung yang datang, panggung hiburan ini akan dimeriahkan oleh artis-artis ibukota dan juga dari Makassar," imbuhnya.
Sedangkan untuk perlombaan juga cukup bervariasi, dan lebih dikhususkan bagi anak-anak yang datang berkunjung pada festival ini.
"Kami mengharapkan agar warga Makassar bisa datang mengunjungi dan ikut meramaikan festival ini," tandasnya. (ANT103/K004)
Sumber : http://www.antaranews.com
Menurut panitia pelaksana, Haris, di Makassar, Selasa, festival ini akan diadakan selama bulan Ramadhan, dan berakhir pada tanggal 10 September 2010.
Ia mengatakan, dalam festival ini tersedia berbagai jajanan khas bulan Ramadhan, yaitu hidangan berbuka puasa, seperti es kelapa muda, kue-kue khas Sulsel, dan sebagainya.
"Selain menyediakan hidangan kuliner, pada festival ini juga terdapat berbagai produk busana, mulai dari pakaian Muslim, hingga pakaian anak-anak," tuturnya.
Untuk semakin memeriahkan festival kampung Ramadhan, pihak panitia juga menyediakan fasilitas panggung hiburan dan juga berbagai perlombaan.
"Untuk menghibur pengunjung yang datang, panggung hiburan ini akan dimeriahkan oleh artis-artis ibukota dan juga dari Makassar," imbuhnya.
Sedangkan untuk perlombaan juga cukup bervariasi, dan lebih dikhususkan bagi anak-anak yang datang berkunjung pada festival ini.
"Kami mengharapkan agar warga Makassar bisa datang mengunjungi dan ikut meramaikan festival ini," tandasnya. (ANT103/K004)
Sumber : http://www.antaranews.com

