Informasi terbaru Wow... Kota Tomohon Bertabur Bunga
TOMOHON, â€" Kota Tomohon, Sulawesi Utara, sepanjang hari Jumat (23/7/2010) bertabur bunga. Tomohon Flower Festival dalam bentuk pawai kendaraan hias yang digelar sejak pukul 10.00 dan diikuti 82 peserta sukses menyedot lebih dari 10.000 penonton, baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan dalam dan luar negeri.

Kami memberi alternatif wisata untuk pengunjung yang ke Sulawesi Utara, setelah Bunaken, wisatawan dapat menikmati Tomohon.

Tomohon Flower Festival (Festival Bunga Tomohon) kali ini lebih menarik dan ramai dengan melibatkan peserta asing, seperti dari Rusia, India, Vietnam, Malaysia, dan Korea Utara, serta puluhan peserta dari sejumlah kota di Tanah Air.

Mereka berpawai dengan kendaraan hias yang dipenuhi bunga lokal, antara lain marygold, aster, dan krisan. Pawai bunga tersebut menghabiskan sedikitnya 14 juta kuntum bunga dari berbagai jenis dan harga. Tampilan kendaraan hias amat beragam, menggambarkan ikon wisata setiap kabupaten/kota peserta.

Kendaraan hias peserta asing ditempatkan di depan pada iring-iringan mobil hias. Peserta dari Rusia memamerkan kendaraan hias bunga berbentuk beruang dan bangunan khas pemerintahan Kremlin.

India menampilkan bentuk bangunan Taj Mahal, diikuti Korea Utara dengan bentuk bebek. Sementara kendaraan hias Malaysia berbentuk bangunan parlemen, diikuti Vietnam dengan bentuk kereta yang ditarik oleh manusia.

Kegiatan Festival Bunga Tomohon dilanjutkan dengan pameran bunga di Lapangan Kaskasen serta pemilihan Putri Bunga Nusantara di Gedung Inspirasi Tomohon.

Hingga Jumat malam, areal pameran 82 kendaraan hias bunga di Lapangan Rindam, di pusat Kota Tomohon, masih dipadati masyarakat. Pawai kendaraan diselingi belasan kelompok drumband.

Wali Kota Tomohon Jefferson Rumajar mengatakan, festival bunga Tomohon memberi nuansa baru bagi pariwisata Sulawesi Utara. "Kami memberi alternatif wisata untuk pengunjung yang ke Sulawesi Utara, setelah Bunaken, wisatawan dapat menikmati Tomohon," katanya.

Bunga telah menjadi trademark Kota Tomohon. Festival Bunga telah mendongkrak pendapatan masyarakat Kota Tomohon yang 70 persen petani.

Menurut Jefferson, setiap kendaraan hias sedikitnya menghabiskan dana Rp 30 juta untuk membeli bunga petani.

Jefferson menambahkan, festival itu bertujuan mempromosikan potensi Tomohon sebagai Kota Bunga dan industri pendukungnya.

Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Utara Rotinsulu mengatakan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Sulawesi Utara mencapai 75.000 orang tahun 2009. "Tahun ini kita menargetkan lebih banyak karena obyek-obyek wisata Sulut tengah dibuka, termasuk pelaksanaan Festival Bunga Tomohon," katanya. (zal)

Sumber : http://travel.kompas.com
Tinggalkan komentar anda tentang Wow... Kota Tomohon Bertabur Bunga
Pernahkah anda melihat seorang wanita muslimah yang memakai jilbab lucu warna biru? Saya pernah dan hal itu saya lihat kemarin sore ketika saya sedang pergi ke perpustakaan. Memang jilbabnya tidak begitu lucu, namun yang membuat lucu adalah jilab itu dipadukan dengan celana panjang kotak – kotak. Benar-benar lain dari yang lain. Saya sebagai wanita muslimah yang juga suka dengan mode agak unik seperti itu tanpa banyak pikir langsung saja nyamperin dan bertanya di mana dia membeli baju tersebut.

Tanpa kesulitan wanita cantik baik itu memberi tau dimana dia membeli, dan sampai letaknya dia beritahukan.” Lantai 2, dekat dengan BAJU HAMIL” kata itulah yang saya ingat sepanjang hari, semua aktifitas jadi terlupakan untuk sejenak. Keesokan harinya saya langsung meluncur ke toko itu, dan di depan toko terlihat tulisan “GROSIR BUSANA MUSLI “. Tidak perlu waktu lama bagi saya untuk menemukan busana lucu yang dipakai gadis cantik kemarin.

Informasi terbaru Candi Penataran Masih Penuh Misteri
Blitar - Wakil Presiden Boediono menilai, Candi Penataran di Blitar, Jawa Timur, masih menyimpan misteri karena masih banyak hal yang belum terungkap dari keberadaan candi itu.

"Candi ini nampak masih misteri karena belum banyak terungkap . Ini yang justru menjadikan daya tarik sendiri bagi budayawan dan wisatawan," kata Wapres Boediono, di Blitar, Jawa Timur, Selasa (4/5).

Hal tersebut diungkapkan saat Boediono mencanangkan kawasan Candi Panataran Sebagai Landmark Wisata Budaya Kabupaten Blitar.

Hadir dalam acara istri Boediono. Herawati Boediono, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, Menteri Pendidikan Nasional M Nuh, serta Gubernur Jawa TimurSoekarwo.

Menurut Boediono, dirinya sagat mengharapkan para budayawan untuk bisa mengungkap keberadaan candi tersebut. "Dengan bisa memecahkan misteri itu, kita akan tahu darimana asal bangsa Indonesia dan siapa kita. Selain itu juga bisa mengetahui apa yang dilakukan sebagai bangsa Nusantara," tanggapnya.

Boediono juga mengatakan, Candi Penataran ini akan bisa menjadi destinasi wisatawan ke Blitar sehingga pada akhirnya bisa mmensejahterakan rakyat. "Turisme dan pertumbuhan ekonomi memang bisa saling mendukung yang akan memberikan kesejahteraan rakyat setempat," kata Boediono.

Boediono mengaku dirinya sudah puluhan tahun tidak mengunjungi candi ini dan mendukung Candi Penataran sebagai cagar budaya. "Sebagai warga asli Blitar, saya sambut baik pencanangan candi ini sebagai cagar budaya," katanya.

Peresmian candi ditandai oleh Boediono dengan memukul kendang dan setelah itu berkesempatan meninjau candi di bawah terik matahari. [EL, Ant]

Sumber: http://www.gatra.com
Tinggalkan komentar anda tentang Candi Penataran Masih Penuh Misteri
Dapatkan Tips dan triks Gratis untuk menghasilkan Uang Dari Blog. Di
www.uangdariblog.com anda akan menemukan banyak sekali tips yang akan
membatu anda mendapatkan penghasilan pertama dari blog. Semua tips dan
trik itu bisa anda dapatkan dengan gratis tanpa mengeluarkan uang
sepeserpun. Selain dari Di www.uangdariblog.com, anda juga bisa
mendapatkan berbagai trik di www.ayoberbagi.com.
Obat herbal memang selalu menjadi pilihan yang tidak bisa kita hindari penggunaannya. OBAT TRADISIONAL memiliki efek samping yang bisa di bilang nihil alias tidak ada efek sampingnya. Sayapun juga kalau diberikan pilihan akan lebih memilih menggunakan obat alami yang memang terbukti tanpa efek samping jika di gunakan dengan benar dan kealamian dari obat tersebut bisa di jamin 100%.

Dan jika kita bandingkan dengan obat modern yang mengandung zat kimia yang demikian banyaknya, obat alami dalam beberapa penyakit memang bisa di bilang lambat dalam reaksinya. Obat kimia cenderung bereaksi lebih cepat di bandingkan dengan obat yang alami. Namun tentu saja ada konsekuensi yang harus kita tanggung jika menggunakan obat yang berkimia, ya anda benar sekali, efek sampingnya yang besar jika di gunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Nah dari kedua jenis obat ini, tentu anda yang membaca artikel ini bisa mengetahui dan bisa memilah obat mana yang mestinya anda gunakan di saat tertentu. Pilihan kembali kepada anda, mau OBAT HERBAL atau kimia.

Informasi terbaru Wisata Bengkulu Akan Dijual Ke Pasar Dunia
Potensi pariwisata di Provinsi Bengkulu sudah layak disejajarkan dengan Bali, sehingga layak dipasarkan ke seluruh wisatawan mancanegara, kata Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamudin.

Pernyataan itu disampaikan melalui Asisten III Pemprov Bengkulu, Mardiansyah di Bengkulu, Kamis mengatakan, wisata Pantai Panjang Bengkulu tumbuh secara alami dan dihiasi perkampungan tradisional yang ramah terhadap wisata asing.

Langkah awal untuk mewujudkan target tersebut, kata dia, instansi terkait mesti mendata potensi wisata yang ada di Bengkulu, termasuk di kawasan Pantai Panjang, kemudian dikemas dalam proposal yang siap jual.

Dalam memasarkan objek wisata Bengkulu, kata dia, disarankan bekerja sama dengan sektor swasta dalam bidang promosi, karena swasta yang bergerak di bidang jasa pariwisata lebih profesional.

Tidak hanya bermitra dengan sektor swasta, kata dia, namun perlu merangkul dinas atau instansi lain yang masih berhubungan dengan bidang wisata dengan kerja sama saling menguntungkan, karena langkah tersebut merupakan strategi pemasaran.

Kepala Dinas Pariwisata Bengkulu Drs Agus mengatakan, objek wisata yang akan ditawarkan ke mancanegara itu selain kawasan Pantai Panjang, juga obyek wisata sejarah Benteng Marlborough peninggalan Inggris.

Selain itu, juga ada rumah peninggalan proklamator bangsa Soekarno yang juga Presiden RI pertama, serta wisata gunung Bukit Kaba di Kabupaten Rejang Lebong, dan air terjun sembilan tingkat di Kabupaten Bengkulu Utara.

Wisata alam yang ada di Bengkulu juga terdapat dalam kawasan hutan lindung alami, terutama menghubungkan Kota Bengkulu- Kepahiang di perbatasan Bengkulu-Lampung, karena di dalamnya terdapat bunga langka Rafflesia Arnoldi, katanya. (ras/RAS/ant)

Sumber: http://vibizdaily.com
Tinggalkan komentar anda tentang Wisata Bengkulu Akan Dijual Ke Pasar Dunia

Informasi terbaru Restorasi Benteng di Maluku Utara Terkendala
Ternate - Minimnya data sejarah menyebabkan restorasi 37 benteng peninggalan Belanda, Spanyol, dan Portugis di Provinsi Maluku Utara sulit dilakukan. Data sejarah diperlukan agar pembangunan kembali benteng tidak berubah dari bentuk aslinya.

Kepala Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Ternate Laode Muhammad Aksa di Ternate, Senin (29/3), mengatakan, pengumpulan data sejarah sekarang sedang dilakukan Direktorat Jenderal Sejarah dan Purbakala Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata. ”Pencarian data tidak hanya di arsip nasional, tetapi juga mencari ke Belanda dan Portugis,” ujarnya.

BP3 Ternate saat ini sedang menginventarisasi semua benteng di Maluku Utara untuk melihat kondisi benteng-benteng itu. ”Jika nanti data sejarah terkumpul dan proses inventarisasi tuntas, barulah ditentukan benteng akan dibangun kembali, dipugar, atau dibiarkan seperti kondisi yang ada sekarang, tetapi dirawat dan dijaga,” katanya.

Penentuan itu tergantung dari seberapa lengkap data historis yang diperoleh. ”Kalau datanya minim, kami tidak bisa merestorasi karena bisa-bisa melenceng dari wujud benteng yang aslinya,” ujar Laode.

Berdasarkan pendataan BP3 Ternate, tidak sedikit benteng di Maluku Utara yang konstruksinya sekarang rusak. Bahkan, menurut Laode, ada benteng yang menyisakan fondasinya saja atau tembok batu yang panjangnya tinggal beberapa meter.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya upaya perawatan benteng-benteng tersebut, seperti yang terlihat di Benteng Torre, benteng di Tidore.

Berdasarkan pengamatan Kompas, Minggu (28/3), rumput liar dibiarkan memanjang di benteng tersebut. Bahkan, lahan di dalam benteng dipakai sebagai lokasi berkebun oleh warga setempat.

Laode mengatakan, selain menginventarisasi benteng-benteng di Maluku Utara, pihaknya juga berupaya mengajak warga untuk terlibat merawat bangunan-bangunan bersejarah tersebut. ”Juru pelihara di setiap benteng juga kami tekankan agar lebih menjaga kebersihan benteng,” ujarnya.

Benteng di Maluku Utara yang tersebar di 37 lokasi yang dibangun mulai abad ke-15 Masehi oleh Portugis, Spanyol, dan Belanda menunjukkan pentingnya kawasan itu, terutama Ternate dan Tidore, di mata dunia internasional pada masa itu karena hasil rempah-rempahnya. (APA)

Sumber: http://cetak.kompas.com
Tinggalkan komentar anda tentang Restorasi Benteng di Maluku Utara Terkendala