Diposting oleh
putu
/ 00.44 /
Comments: (0)
Informasi terbaru Laksamana Mengamuk
Oleh: Bondan Winarno
Saya pernah menulis tentang sajian khas Melayu Deli yang diberi nama Sambal Janmuk alias Sambal Janda Mengamuk. Sajian ini berupa sambal goreng dengan isi berbagai sayur-mayur, seperti: jengkol, terong, bawang bombai, tomat, dan lain-lain. Endang bambang gulindang!
Mengamuk rupanya merupakan satu elemen penting dalam kuliner Melayu. Masakan Melayu Riau juga mengenal satu sajian bernama Laksamana Mengamuk. Yang satu ini bukan lauk, melainkan kudapan pencuci mulut. Bahan utamanya adalah buah embacang atau kuini yang dicacah, dicampur dengan santan dan gula merah, dihidangkan dengan es. Minuman segar dengan aroma kuini yang sungguh memukau.
Mengapa hidangan ini disebut Laksamana Mengamuk? Konon, kata sahibul hikayat, dulu ada seorang laksamana mengamuk di kebun kuini dengan menebas-nebaskan pedangnya ke sana ke mari. Kata orang, istrinya dibawa lari tuan tanah yang punya kebun kuini itu. Beberapa buah kuini hancur karena aksi kemarahan ini. Setelah sang laksamana pergi, orang mengambil puluhan buah kuini yang sudah tercincang dan terhampar di rumput.
Mau diapakan buah kuini yang sudah tersayat-sayat itu? Seorang ibu yang kreatif kemudian mencampurkan sayatan-sayatan buah kuini itu ke dalam campuran santan dan gula merah. Jadilah ia minuman segar yang dinikmati orang sekampung. Khususnya pada bulan Ramadhan, minuman segar Laksamana Mengamuk makin banyak diminati orang. Mungkin perlu dijadikan welcome drink di rumah Laksamana Sukardi. He he he ...
Ikan asin pedas
Kuliner Melayu Riau yang paling populer adalah masakan ikan asam pedas. Beberapa jenis ikan yang sering dipakai untuk masakan ini adalah ikan baung, patin, atau selais. Ketiganya adalah ikan sungai yang berkulit licin â" tidak bersisik.
Baung dan patin malah memiliki kemiripan bentuk, yaitu mirip ikan lele. Keduanya memang termasuk jenis snakehead fish. Bedanya, daging ikan patin jauh lebih berlemak dan lembut. Sedangkan daging ikan baung lebih padat, flaky, dan bertekstur. Dibanding dengan baung dan patin, ikan selais lebih pipih bentuk badannya.
Bagi saya pribadi, ketiga ikan itu punya kecocokan masing-masing. Ikan baung lezat dimasak asam pedas atau gulai. Ikan patin lemak dibakar. Sedangkan ikan selais jadi âtop markotopâ bila digoreng balado.
Masakan asam pedas bila diencerkan menjadi pindang yang sangat mirip dengan masakan pindang di daerah Palembang. Tetapi, di Riau, selain pindang yang berwarna kekuningan, juga ada yang berwarna transparan dan disebut pindang putih. Seperti juga masakan asam pedas, kebanyakan pindang di Riau memakai bahan ikan. Padahal, di Palembang juga populer pindang iga sapi.
Di berbagai rumah makan, telur ikan patin juga disajikan dalam masakan asam pedas. Telur ikan patin biasanya dibungkus dengan daun kunyit berbentuk limas, kemudian dimasak dalam kuah asam pedas. Aroma dan citarasa daun kunyit menciptakan nuansa yang sangat indah untuk telur ikan patin yang gurih krenyes-krenyes.
Sebagai provinsi yang kaya sumber daya alamâ"minyak bumi, batubara, kelapa sawit, bahan untuk bubur kertas, dan lain-lainâ"Riau memang menarik sangat banyak pendatang. Orang Minang paling banyak merantau ke Riau karena mereka memang saling bertetangga. Jarak Pekanbaru-Padang hanya sekitar enam jam bermobil.
Tidak heran bila ciri-ciri kuliner Minang juga banyak memengaruhi kuliner Melayu Riau. Begitu provinsi tetangga Sulawesi Selatan yang menampilkan banyak unsur kulinernya dalam menu Melayu Riau.
Orang Jawa juga banyak mencari nafkah di Riau. Rumah makan yang menawarkan masakan Jawaâ"seperti pecel lele, sotoâ"cukup mudah dijumpai di Pekanbaru. Bahkan rumah makan populer bernama âPondok Gurihâ sengaja memasang papan nama bertulisan âHidangan Memija (Melayu-Minang-Jawa)â untuk menarik minat tamu.
Lucunya, ada juga rumah makan populer lain yang dari namanya--âRiau Kuringâ-- dapat ditebak merupakan hidangan fusi Melayu-Sunda.
Di dekat perumahan Caltex di Rumbai, sekitar setengah jam dari Pekanbaru, ada sebuah warung makan terkenal yang ramai dikunjungi tamu. Padahal, warung ini letaknya sungguh di pelosok. Nama warungnya: âMak Cuikâ.
Untuk mencapai tempat itu bahkan harus melewati ruas jalan yang rusak dan berlubang-lubang. Tetapi, pada jam makan siang, warung sederhana ini langsung dipadati tamu. Mobil-mobil silih berganti datang. Tamu yang belum kebagian tempat, sabar menunggu di bawah pohon di tepi empang ikan yang mengitari warung.
Hidangan utama di warung âMak Cuikâ ini adalah gulai ikan baung yang sungguh mak nyuss! Di dapurnya, beberapa tungku dengan kayu api menyala. Belanga-belanga di atas api itu tampak gulai ikan menggelegak. Beberapa juru masak tampak sibuk menggoreng udang galah segar. Hanya dua jenis sajian itulah yang menjadi andalan âMak Cuikâ. Didampingi sambal blacan (trasi) yang dahsyat dengan pete goreng atau bakar.
Sekalipun hanya warung sederhana, yang datang termasuk para pejabat bersafari, eksekutif berdasi, dan para tauke dari Pekanbaru. Konon, warung ini sangat demokratis melayani pelanggannya. First come first served! Mereka tidak menerima pesanan tempat. Bahkan rombongan pejabat yang mau makan di sana pun harus antre bila datang terlambat. Kalau makanan habis pun mereka tidak bersedia memasak lagi.
Karena warung ini dekat pelabuhan Pertamina, tentu saja banyak pejabat Pertamina yang mengenal warung ini.
Ada lagi satu warung sederhana di dekat jembatan Pangkalan Kerinci, sekitar satu setengah jam dari Pekanbaru. Rumah makan âMinang Melayuâ di tepi Sungai Kampar ini menyajikan berbagai jenis masakan asam pedas dari kepala ikan patin, baung, dan selais. Kepala ikan patin dan baungnya besar-besar. Satu porsi kepala ikan bisa dimakan oleh tiga sampai empat orang.
Tetapi, saya lebih menyukai kepala ikan selais asam pedas yang sungguh berlemak dan manis. Di warung ini udang galahnya juga besar-besar dan sangat segar. Langsung diambil dari Sungai Kampar yang mengalir di sisi warung.
Kalau di Palembang populer ikan seluang yang digoreng garing renyah, di Riau ada jenis ikan kecil yang juga mirip seluang. Ikan kecil itu bernama pantau. Hanya dibumbui sedikit garam, lalu digoreng.
Daerah Riau juga terkenal dengan ikan salai, yaitu ikan yang diasap agar dapat bertahan lama. Ikan salai ini sangat khas tekstur maupun aromanya. Berbagai macam ikam dapat disalai. Tetapi, yang paling populer adalah salai dari ikan selais. Ikan salai biasanya dimasak dalam kuah gulai dengan daun pakis atau daun singkong. Masakan ini juga sangat populer dalam kuliner Madina (Mandailing-Natal) di Sumatra Utara.
Jangan lupa, Riau juga terkenal karena kualitas duriannya. Riau mungkin adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang berani membuat klaim bahwa di sini durian tersedia sepanjang musim. Para insinyur pertanian mungkin perlu membudidayakan jenis durian ini agar juga hadir di berbagai provinsi Indonesia lainnya.
Banyak warung-warung penjual durian di Pekanbaru, mirip di Makassar. Orang bisa duduk nyaman di warung untuk menikmati durian. Bedanya, di Makassar warung durian muncul musiman. Sedangkan di Pekanbaru selalu ada sepanjang tahun.
Di sepanjang Jalan Sudirman Pekanbaru, pada sore hari tampak berjajar beberapa penjual lemang â" ketan gurih yang dimasak dalam ruas bambu. Di Pekanbaru, lemang juga dimakan dengan tape ketan hitam seperti layaknya di Padang. Tetapi, juga dapat dimakan dengan durian.
Makan ketan dengan durian? Siapa takut?
Sumber : www.kompas.com
Saya pernah menulis tentang sajian khas Melayu Deli yang diberi nama Sambal Janmuk alias Sambal Janda Mengamuk. Sajian ini berupa sambal goreng dengan isi berbagai sayur-mayur, seperti: jengkol, terong, bawang bombai, tomat, dan lain-lain. Endang bambang gulindang!
Mengamuk rupanya merupakan satu elemen penting dalam kuliner Melayu. Masakan Melayu Riau juga mengenal satu sajian bernama Laksamana Mengamuk. Yang satu ini bukan lauk, melainkan kudapan pencuci mulut. Bahan utamanya adalah buah embacang atau kuini yang dicacah, dicampur dengan santan dan gula merah, dihidangkan dengan es. Minuman segar dengan aroma kuini yang sungguh memukau.
Mengapa hidangan ini disebut Laksamana Mengamuk? Konon, kata sahibul hikayat, dulu ada seorang laksamana mengamuk di kebun kuini dengan menebas-nebaskan pedangnya ke sana ke mari. Kata orang, istrinya dibawa lari tuan tanah yang punya kebun kuini itu. Beberapa buah kuini hancur karena aksi kemarahan ini. Setelah sang laksamana pergi, orang mengambil puluhan buah kuini yang sudah tercincang dan terhampar di rumput.
Mau diapakan buah kuini yang sudah tersayat-sayat itu? Seorang ibu yang kreatif kemudian mencampurkan sayatan-sayatan buah kuini itu ke dalam campuran santan dan gula merah. Jadilah ia minuman segar yang dinikmati orang sekampung. Khususnya pada bulan Ramadhan, minuman segar Laksamana Mengamuk makin banyak diminati orang. Mungkin perlu dijadikan welcome drink di rumah Laksamana Sukardi. He he he ...
Ikan asin pedas
Kuliner Melayu Riau yang paling populer adalah masakan ikan asam pedas. Beberapa jenis ikan yang sering dipakai untuk masakan ini adalah ikan baung, patin, atau selais. Ketiganya adalah ikan sungai yang berkulit licin â" tidak bersisik.
Baung dan patin malah memiliki kemiripan bentuk, yaitu mirip ikan lele. Keduanya memang termasuk jenis snakehead fish. Bedanya, daging ikan patin jauh lebih berlemak dan lembut. Sedangkan daging ikan baung lebih padat, flaky, dan bertekstur. Dibanding dengan baung dan patin, ikan selais lebih pipih bentuk badannya.
Bagi saya pribadi, ketiga ikan itu punya kecocokan masing-masing. Ikan baung lezat dimasak asam pedas atau gulai. Ikan patin lemak dibakar. Sedangkan ikan selais jadi âtop markotopâ bila digoreng balado.
Masakan asam pedas bila diencerkan menjadi pindang yang sangat mirip dengan masakan pindang di daerah Palembang. Tetapi, di Riau, selain pindang yang berwarna kekuningan, juga ada yang berwarna transparan dan disebut pindang putih. Seperti juga masakan asam pedas, kebanyakan pindang di Riau memakai bahan ikan. Padahal, di Palembang juga populer pindang iga sapi.
Di berbagai rumah makan, telur ikan patin juga disajikan dalam masakan asam pedas. Telur ikan patin biasanya dibungkus dengan daun kunyit berbentuk limas, kemudian dimasak dalam kuah asam pedas. Aroma dan citarasa daun kunyit menciptakan nuansa yang sangat indah untuk telur ikan patin yang gurih krenyes-krenyes.
Sebagai provinsi yang kaya sumber daya alamâ"minyak bumi, batubara, kelapa sawit, bahan untuk bubur kertas, dan lain-lainâ"Riau memang menarik sangat banyak pendatang. Orang Minang paling banyak merantau ke Riau karena mereka memang saling bertetangga. Jarak Pekanbaru-Padang hanya sekitar enam jam bermobil.
Tidak heran bila ciri-ciri kuliner Minang juga banyak memengaruhi kuliner Melayu Riau. Begitu provinsi tetangga Sulawesi Selatan yang menampilkan banyak unsur kulinernya dalam menu Melayu Riau.
Orang Jawa juga banyak mencari nafkah di Riau. Rumah makan yang menawarkan masakan Jawaâ"seperti pecel lele, sotoâ"cukup mudah dijumpai di Pekanbaru. Bahkan rumah makan populer bernama âPondok Gurihâ sengaja memasang papan nama bertulisan âHidangan Memija (Melayu-Minang-Jawa)â untuk menarik minat tamu.
Lucunya, ada juga rumah makan populer lain yang dari namanya--âRiau Kuringâ-- dapat ditebak merupakan hidangan fusi Melayu-Sunda.
Di dekat perumahan Caltex di Rumbai, sekitar setengah jam dari Pekanbaru, ada sebuah warung makan terkenal yang ramai dikunjungi tamu. Padahal, warung ini letaknya sungguh di pelosok. Nama warungnya: âMak Cuikâ.
Untuk mencapai tempat itu bahkan harus melewati ruas jalan yang rusak dan berlubang-lubang. Tetapi, pada jam makan siang, warung sederhana ini langsung dipadati tamu. Mobil-mobil silih berganti datang. Tamu yang belum kebagian tempat, sabar menunggu di bawah pohon di tepi empang ikan yang mengitari warung.
Hidangan utama di warung âMak Cuikâ ini adalah gulai ikan baung yang sungguh mak nyuss! Di dapurnya, beberapa tungku dengan kayu api menyala. Belanga-belanga di atas api itu tampak gulai ikan menggelegak. Beberapa juru masak tampak sibuk menggoreng udang galah segar. Hanya dua jenis sajian itulah yang menjadi andalan âMak Cuikâ. Didampingi sambal blacan (trasi) yang dahsyat dengan pete goreng atau bakar.
Sekalipun hanya warung sederhana, yang datang termasuk para pejabat bersafari, eksekutif berdasi, dan para tauke dari Pekanbaru. Konon, warung ini sangat demokratis melayani pelanggannya. First come first served! Mereka tidak menerima pesanan tempat. Bahkan rombongan pejabat yang mau makan di sana pun harus antre bila datang terlambat. Kalau makanan habis pun mereka tidak bersedia memasak lagi.
Karena warung ini dekat pelabuhan Pertamina, tentu saja banyak pejabat Pertamina yang mengenal warung ini.
Ada lagi satu warung sederhana di dekat jembatan Pangkalan Kerinci, sekitar satu setengah jam dari Pekanbaru. Rumah makan âMinang Melayuâ di tepi Sungai Kampar ini menyajikan berbagai jenis masakan asam pedas dari kepala ikan patin, baung, dan selais. Kepala ikan patin dan baungnya besar-besar. Satu porsi kepala ikan bisa dimakan oleh tiga sampai empat orang.
Tetapi, saya lebih menyukai kepala ikan selais asam pedas yang sungguh berlemak dan manis. Di warung ini udang galahnya juga besar-besar dan sangat segar. Langsung diambil dari Sungai Kampar yang mengalir di sisi warung.
Kalau di Palembang populer ikan seluang yang digoreng garing renyah, di Riau ada jenis ikan kecil yang juga mirip seluang. Ikan kecil itu bernama pantau. Hanya dibumbui sedikit garam, lalu digoreng.
Daerah Riau juga terkenal dengan ikan salai, yaitu ikan yang diasap agar dapat bertahan lama. Ikan salai ini sangat khas tekstur maupun aromanya. Berbagai macam ikam dapat disalai. Tetapi, yang paling populer adalah salai dari ikan selais. Ikan salai biasanya dimasak dalam kuah gulai dengan daun pakis atau daun singkong. Masakan ini juga sangat populer dalam kuliner Madina (Mandailing-Natal) di Sumatra Utara.
Jangan lupa, Riau juga terkenal karena kualitas duriannya. Riau mungkin adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang berani membuat klaim bahwa di sini durian tersedia sepanjang musim. Para insinyur pertanian mungkin perlu membudidayakan jenis durian ini agar juga hadir di berbagai provinsi Indonesia lainnya.
Banyak warung-warung penjual durian di Pekanbaru, mirip di Makassar. Orang bisa duduk nyaman di warung untuk menikmati durian. Bedanya, di Makassar warung durian muncul musiman. Sedangkan di Pekanbaru selalu ada sepanjang tahun.
Di sepanjang Jalan Sudirman Pekanbaru, pada sore hari tampak berjajar beberapa penjual lemang â" ketan gurih yang dimasak dalam ruas bambu. Di Pekanbaru, lemang juga dimakan dengan tape ketan hitam seperti layaknya di Padang. Tetapi, juga dapat dimakan dengan durian.
Makan ketan dengan durian? Siapa takut?
Sumber : www.kompas.com
Diposting oleh
putu
/ 08.47 /
Comments: (0)
Informasi terbaru nih tentang Online Math Homework Help, silahkan tinggalkan komentar anda. Do you feel desperate with your math homework? I understand that your lecturer is giving you a lot of math homework for practicing all the formulas. It is also concerning that we have limited time in class and it doesnât cover all the subjects.
Math is complicated if we donât know the way to apply the formula. Tutorvista.Com is the place for you to get additional learning time informally. In this case, you can use internet as the medium to learn several math subjects just like Algebra. Concerning with your problem I think you need to use this service because it covers Homework Help. Moreover, I think you need to learn about Solve from Tutor Vista. In short, this is the way to solve math problems including Equation. They will show you several examples in solving certain math problems.
If you have Fractions problem in your homework just understand first the steps to do Fraction. The key is careful in doing your homework. When you face any problem about algebra you need to understand first about Simplify. Solving equation is the last thing to do and finally you get the final result and it should the right answer. By having this support you can learn math better and of course you can solve your math homework.
Diposting oleh
putu
/ 15.11 /
Comments: (0)
Excel Auto Filter
Dalam software Microsoft Excel, terdapat satu fitur yang sangat berguna buat saya dalam mengolah database, namanya adalah Auto Filter. Dari namanya tentunya sudah kebayang bahwa fitur ini berguna untuk menjadi filter dalam menampilkan database. Dengan fitur Auto Filter ini, kita bisa memilih untuk menampilkan data sesuai filter yang kita tentukan sendiri, sehingga tidak perlu mencari masing-masing record. Auto Filter tidak mengubah isi database hanya membantu membuat filter dalam menampilkan database, ketika fitur ini sudah dinon-aktifkan, maka database akan kembali seperti semula.
Informasi lebih lengkap tentang Tutorial Software Excel diatas, silahkan lihat di situs ini:
Alamat Blog: http://jumabatu.blogspot.com
Dalam software Microsoft Excel, terdapat satu fitur yang sangat berguna buat saya dalam mengolah database, namanya adalah Auto Filter. Dari namanya tentunya sudah kebayang bahwa fitur ini berguna untuk menjadi filter dalam menampilkan database. Dengan fitur Auto Filter ini, kita bisa memilih untuk menampilkan data sesuai filter yang kita tentukan sendiri, sehingga tidak perlu mencari masing-masing record. Auto Filter tidak mengubah isi database hanya membantu membuat filter dalam menampilkan database, ketika fitur ini sudah dinon-aktifkan, maka database akan kembali seperti semula.
Informasi lebih lengkap tentang Tutorial Software Excel diatas, silahkan lihat di situs ini:
Alamat Blog: http://jumabatu.blogspot.com
Diposting oleh
putu
/ 12.01 /
Comments: (0)
eXcellent BACKLINK
Everybody knows how important backlink, and we offer for backlink exchange to increase your site traffic and pagerank. Submit your site here, for free and permanent. Hurry, before it become pay submission.
Link farm? No, we combine your backlink with related topic article, so google will recognize your link as deeplink, which that is a good backlink.
Everybody knows how important backlink, and we offer for backlink exchange to increase your site traffic and pagerank. Submit your site here, for free and permanent. Hurry, before it become pay submission.
Link farm? No, we combine your backlink with related topic article, so google will recognize your link as deeplink, which that is a good backlink.
Diposting oleh
putu
/ 09.04 /
Comments: (0)
Informasi terbaru nih tentang Choose the Best Hosting Company, silahkan tinggalkan komentar anda. Internet is the most advanced and the most limitless media that has ever existed in this world. Imagine that millions of people from all around the world can access it simultaneously on the same time. Imagine how many millions of people will see your advertisement if you put some ads on the internet.
This opportunity has attracted many advertisers to promote their services and products through internet. There are many ways for the advertisers to put their ads on the internet, but I think the most effective way is by creating their own personal website to promote their product and lucky you, because to build a website nowadays is so simple. Even a beginner can build their own website by following the instructions that can be easily found on the internet. After the website is finished, all they have to do is to find the best hosting company to host their website. This part is so tricky because out there, there are thousands of web hosting companies, which each company has its own features to be offered to their client.
Before you go and decide to pick one company to host the website, it is good if you go to Webhostingrating.com first to read reviews about top ten web hosting companies in the year 2010. By reading the review you will at least be informed about the âworldâ of web hosting companies.
Diposting oleh
putu
/ 19.29 /
Comments: (0)
Hari rina pergi bareng teman-teman untuk membeli baju di seputaran mall kelapa gading. Tentu anda semua sudah tau kalau tujuan utama kami adalah berburu BUSANA MUSLIM. Memang belakangan ini saya sangat di sibukkan dengan berbagai macam kegiatan yang sangat menyita waktu. Senin sampai hari jummat saya habiskan di kantor, dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Sangat penat dan melelahkan aktivitas yang saya lakukan selama ini, yah apa boleh buat, namanya juga kerja.
Oke lanjut lagi pembahasa ke BAJU MUSLIM, lama juga kami berkeliling di mall tersebut untuk menemukan baju yang cocok dengan apa yang kami kehendaki. Si Ani mau ke sana, sedangkan teman yang lain maunya kesini. Wah… memang rada-rada susah kalau berbelanja bareng sama teman-teman. Walaupun capek kesana kemari, perasaan jenuh di kantor bisa terlupakan, dan kini saya menikmati hari libur yang sangat menyenangkan. Menghabiskan sedikit penghasilan bulanan, untuk mendapatkan kesenangan sama teman-teman.
Oke lanjut lagi pembahasa ke BAJU MUSLIM, lama juga kami berkeliling di mall tersebut untuk menemukan baju yang cocok dengan apa yang kami kehendaki. Si Ani mau ke sana, sedangkan teman yang lain maunya kesini. Wah… memang rada-rada susah kalau berbelanja bareng sama teman-teman. Walaupun capek kesana kemari, perasaan jenuh di kantor bisa terlupakan, dan kini saya menikmati hari libur yang sangat menyenangkan. Menghabiskan sedikit penghasilan bulanan, untuk mendapatkan kesenangan sama teman-teman.
Diposting oleh
putu
/ 18.27 /
Comments: (0)
Informasi terbaru nih tentang Buku Gurita Cikeas | Kontroversi di Awal 2010, silahkan tinggalkan komentar anda.
Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century adalah judul buku yang sedang menjadi salah satu pusat kontroversi di awal 2010 ini. Buku kontroversial ini ditulis oleh George Junus Aditjondro, berisi tulisan mengenai Aliran Dana Century dan keterkaitannya dengan Cikeas. George Adicondro pernah menjadi salah satu pengkritik tajam pemerintahan Soeharto, hingga membuatnya dicekal. Launching buku Membongkar Gurita Cikeas setebal 183 halaman ini telah dilakukan pada Rabu 30 Desember lalu. Sebelumnya buku ini telah diluncurkan penerbit Galang Press di Yogyakarta sekitar sepekan sebelumnya.
Dari judulnya saja sudah bisa ditebak bahwa buku tentang yang membongkar habis skandal bank century ini kelak akan menimbulkan kontroversi. Bagaimana tidak ? Dalam 'Membongkar Gurita Cikeas' disebutkan beberapa yayasan di sekitar SBY yang diduga dialiri dana untuk kepentingan Pemilu 2009 lalu. Yayasan tersebut yakni, Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Mutu Manikam Nusantara, Majelis Dzikir SBY, dan Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan. Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas tersebut, dikatakan Aditjondro sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana. Jelas saja jika kemunculan buku ini memancing aksi reaktif dari kalangan dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, khususnya bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam buku ini. Bahkan isu penarikan buku karya George Junus Aditjondro ini sudah berhembus sejak pertama kali buku ini diluncurkan ke pasaran.
Pro kontra terhadap buku ini semakin mencuat saat Presiden RI SBY ikut bereaksi, lantaran substansi buku memuat data sekunder dari laman-laman website tentang dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta keluarganya dalam kasus Bank Century.
Kontroversi Buku Membongkar Gurita Cikeas : Di Balik Skandal Bank Century membuka catatan bangsa Indonesia di awal tahun 2010 ini. Jika yang ditulis George Junus Aditjondro ini suatu fakta, maka ini merupakan suatu hal yang menambah luka rakyat negeri ini . Namun bila semua yang ditulis itu tidak benar, maka ini merupakan suatu fitnah yang besar.
Saya selalu punya keyakinan bahwa bagaimanapun kebenaran akan muncul, walaupun mungkin kita tidak mendapatkannya saat ini. Dan setiap orang akan bertanggungjawab terhadap segala ucapan serta tindakannya
Dari judulnya saja sudah bisa ditebak bahwa buku tentang yang membongkar habis skandal bank century ini kelak akan menimbulkan kontroversi. Bagaimana tidak ? Dalam 'Membongkar Gurita Cikeas' disebutkan beberapa yayasan di sekitar SBY yang diduga dialiri dana untuk kepentingan Pemilu 2009 lalu. Yayasan tersebut yakni, Yayasan Puri Cikeas, Yayasan Mutu Manikam Nusantara, Majelis Dzikir SBY, dan Yayasan Kepedulian dan Kesetiakawanan. Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas tersebut, dikatakan Aditjondro sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana. Jelas saja jika kemunculan buku ini memancing aksi reaktif dari kalangan dekat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, khususnya bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam buku ini. Bahkan isu penarikan buku karya George Junus Aditjondro ini sudah berhembus sejak pertama kali buku ini diluncurkan ke pasaran.
Pro kontra terhadap buku ini semakin mencuat saat Presiden RI SBY ikut bereaksi, lantaran substansi buku memuat data sekunder dari laman-laman website tentang dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono serta keluarganya dalam kasus Bank Century.
Kontroversi Buku Membongkar Gurita Cikeas : Di Balik Skandal Bank Century membuka catatan bangsa Indonesia di awal tahun 2010 ini. Jika yang ditulis George Junus Aditjondro ini suatu fakta, maka ini merupakan suatu hal yang menambah luka rakyat negeri ini . Namun bila semua yang ditulis itu tidak benar, maka ini merupakan suatu fitnah yang besar.
Saya selalu punya keyakinan bahwa bagaimanapun kebenaran akan muncul, walaupun mungkin kita tidak mendapatkannya saat ini. Dan setiap orang akan bertanggungjawab terhadap segala ucapan serta tindakannya

