Informasi terbaru Aksi Gemulai Tangan Penari Pakkarena di Atas Sampan
MENYAKSIKAN pertunjukan tarian tradisional mungkin sudah biasa di mata Anda. Namun, pementasan tarian yang satu ini sungguh unik karena dilakukan di atas sampan.

Pemandangan itulah yang terlihat di Pantai Losari Makassar, Minggu (10/10) lalu. Sebanyak 100 penari berpakaian adat Bugis Makassar (baju bodo) mempertontonkan salah satu tari tradisional yang cukup sakral di daerah ini.

Agar gerak tarian terlihat sempurna, kipas berwarna cantik pun tak boleh lepas dari jari-jemari tangan para penari, yang notabene masih duduk di bangku kuliah di Fakultas Seni dan Design Universitas Negeri Makassar. Mereka pun menari tidak di tempat pada umumnya, melainkan di atas sampan atau biasa disebut Lepa-lepa.

Mereka mengiringi irama kecapi dan pukulan gendang yang menjadi musik pengiring tarian tersebut dengan khidmat. Lepa-lepa yang membawanya bergerak dari arah tengah laut dan merapat ke arah anjungan Pantai Losari Makassar.

Di dermaga, puluhan penari Pakkarena menyempurnakan setiap gerak tari yang hanya dibawakan di hadapan keluarga kerajaan di masa lalu. Dengan gerakan nan gemulai, mereka mempertontonkan tarian itu di hadapan ribuan pengunjung yang sengaja datang menyaksikan acara tersebut.

Temaram senja pun perlahan turun meninggalkan siluet indah pada setiap gerakan penari di dermaga dan di atas perahu. Di mana Pantai Losari sudah dikenal dengan pemandangan sunset-nya (matahari tenggelam).

Acara yang dikemas dalam kegiatan bertajuk “Makassar Art Momen” 2010 ini dilaksanakan sebagai rangkaian peringatan ulang tahun Kota Makassar ke-403.

Wali Kota Makassar Ilham Arief Siradjuddin yang membuka acara mengaku bangga dengan kegiatan itu. Pasalnya, kegiatan ini pertama kali dilakukan sejak terciptanya Tari Pakkarena.

"Peristiwa ini menjadi catatan penting dan sejarah tak terlupakan. Ini juga mendorong kreativitas para generasi muda untuk terus berkarya, "imbuhnya.

Menurut Ilham, menghidupkan warisan budaya leluhur sangat diperlukan di era saat ini. Hal itu, kata dia, dapat menciptakan karakter Makassar Kota Dunia yang telah menjadi visi Makassar.

Senada pernyataan wali kota, Rektor UNM Prof. Arismunandar mengemukakan pentingnya mengejawantahkan fungsi trilogi perguruan tinggi pengabdian pada masyarakat. Menurutnya, persembahan Tari Pakkarena itu salah satu upaya optimalisasi kreativitas generasi muda.

Rangkaian “Makassar Art Momen” tak hanya berhenti di sini saja. Prosesi Tari Kolosal Pakkarena menjadi pembuka kegiatan yang akan berlangsung hingga Kamis 14 Oktober mendatang. Pagelaran seni, pameran lukisan, seni pertunjukan masuk pula dalam rangkaian acara tersebut. Tak ketinggalan, beberapa seniman asal Australia dan Chekoslovakia pun turut terlibat dalam acara lanjutan yang digelar di Fort Rotterdam. (tty)

Sumber : http://lifestyle.okezone.com
Tinggalkan komentar anda tentang Aksi Gemulai Tangan Penari Pakkarena di Atas Sampan

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Posts