Informasi terbaru Hilangnya nilai mistis dan magis keris
SEKAYU - Dari cerita dan latar belakangnya yang bersejarah, tosan aji (keris), sering dikaitkan dengan halhal mistis dan magis. Sehingga sebagian masyarakat ada yang menyalahgunakannya. Namun pernyataan itu dibantah keras Empu Toto Brojodiningrat, Besalen Tosan Aji "Brojodiningrat" Kartasura Surakarta, saat mengisi acara Seminar bertema "Membangun Kembali Karakter Bangsa Melalui Budaya Tosan Aji", yang diselenggarakan Sekretariat Bersama Paguyuban Keris Jawa Tengah (Kertabtara), di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah, Sabtu (31/7) lalu.

Dia menganggap, sebuah keris merupakan benda bersejarah yang memiliki nilai kebudayaan yang tinggi. Merupakan kesalahan besar, jika menilai keris itu memiliki unsur mistis dan magis. Justru, keris mempunyai ikatan batin yang kuat antara pembuat (empu), dan Sang Pencipta. "Saat membuat keris kan kita berdoa kepada Tuhan.

Jadi, keris itu sarananya, bukan malah mistis, tapi suci," terang Toto. Dia pun tidak setuju, adanya adegan perfilman yang sering mendiskripsikan keris dengan dunia makhluk halus. Pasalnya, keris merupakan benda suci yang terbuat dari bahan-bahan yang justru ditakuti makhluk halus.

"Harusnya setan itu takut sama keris bukan malah kawannya keris. Adegan dalam film-film itu salah," ungkap dia, menilai beberapa film horor yang sering menyalahartikan keris.

Hal senada juga diungkapkan M Ng Suyanto Wiryocurigo, Besalen Pasopati Solo. Dia mengatakan, jika membuat sebuah keris tak semudah membuat bendabenda biasanya. Keris dibuat dengan melalui beberapa tahap dan bahan-bahan yang bisa dibilang sederhana. Di antaranya, besalen, paron (landasan tempa), palu, besi tempa, baja, pamor (batu meteor), dan arang kayu jati kualitas baik.

Gubernur Jawa Tengah, H Bibit Waluyo, yang membuka acara ini juga memberikan komentarnya. Dia mengatakan, jika sejarah keris mencerminkan perkembangan peradaban manusia. Dahulu manusia diciptakan sendiri, kemudian berkelompok menjadi sebuah komunitas. Untuk mempertahankan hidup, manusia harus berburu mencari makanan. Tentunya dibutuhkan sebuah alat untuk membunuh binatang buruan, dari mulai batu, panah hingga sebuah keris.

Dikelola
"Semuanya itu berkembang. Jadi sekarang ini juga harus terus dikembangkan. Melalui peningkatan kualitas kebudayaannya," ujar Bibit. Dia pun tak sependapat, jika keris punya unsur magis. Menurutnya, sebuah keris mempunyai makna yang dalam, jika dibarengi dengan tingkah laku masyarakat yang baik, terhormat dan terpuji.

Dengan demikian, karakter bangsa bisa kembali dicapai melalui kebudayaan keris ini. Bibit pun menginginkan, jika tosan aji atau keris dikelola dengan baik. Hal itu bisa memperkaya khasanah kebudayaan bangsa dan daerah Jawa Tengah.

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu melestarikan budaya bangsa sendiri. Sama halnya dengan daerah. Daerah yang besar adalah daerah yang mampu melestarikan budaya daerah sendiri," sebut Bibit.

Untuk itu, dia mengharapkan agar keris bisa menjadi budaya bagi masyarakat Jawa Tengah. Nilai-nilai luhur yang ada pada keris harus dilestarikan dengan baik. Tak hanya itu, dia mengharapkan pengurus Kertabrata bisa terus meningkatkan kualitas kebudayaan keris, dengan memproduksi keris untuk dijadikan suvenir.

"Kalau begitu kan bisa melestarikan budaya Jawa Tengah. Selain itu, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga kesejahteraan bisa meningkat," harap gubernur. dew-Am

Sumber : http://www.wawasandigital.com
Tinggalkan komentar anda tentang Hilangnya nilai mistis dan magis keris

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Posts