Informasi terbaru Naskah Obat-obatan Melayu Kuno Raib
TEMPO Interaktif, Riau - Beragam jenis naskah obat-obatan Melayu kuno berpindah tangan ke sejumlah negara, terutama Malaysia, Singapura dan Inggris. Ini menjadi ancaman serius bagi punahnya ilmu pengetahuan dan pengobatan berbasis alami (herbal) dan tradisionil Melayu. Ironinya, Pemerintah Propinsi Riau kesulitan dalam memperoleh salinan atau duplikat atas naskah pengobatan kuno Melayu itu.

“Naskah obat obat Melayu sudah hilang semua. Dari sekitar dua tahun riset yang kita lakukan, hampir seluruh naskah naskah kuno pengobatan Melayu itu berada di luar negeri, terutama di Inggris, Malaysia dan Singapura. Tidak sedikit naskah itu berada di Leiden Belanda.,” ujar Pengelola Museum Sang Nila Utama Riau, Yoserizal Zen, di Pekanbaru, Jumat (17/9)..

Yoserizal menyebut, dari inventarisir dan riset yang dilakukan Museum Sang Nila Utama, diketahui sedikitnya 300-an naskah naskah pengobatan kuno, yang berisi ribuan jenis dan pengetahuan obat obatan Melayu Riau berada di Malaysia dan Singapura. Puluhan naskah lainnya, berada di London Inggris dan Leiden, Belanda. .

“Jangankan memperoleh naskah kembali ke Riau, memperoleh salinan saja sangat sulit. Ini hendaknya menjadi perhatian pemerintah pusat,” tambah Yoserizal.

Dari data dan Riset yang dilakukan Museum Sang Nila, berbagai resep obat tadisional itu kini menjadi salah satu pedoman pengembangan sejumlah obat-obatan herbal, yang justru kemudian dijual ke Indonesia, termasuk Riau.Obat itu antara lain, obat dedaunan hutan Sakai, penggunaan akar-akaran kayu dan alang-alang Talang Mamak, resep obat penyakit syaraf dan penyakit dalam tradisi Melayu.

“Kita menyakini naskah naskah kuno itu menjadi salah satu basis pengembangan pengobatan herbal dunia,” ujarYoserizal Zen.

Beragam obat berbasis herbal impor ini saat ini memang laris manis beredar di Riau. Sejumlah distributor obat-obatan berbasis herbal ini menyebut, saat ini herbalis menjadi tren di Riau. “Indonesia termasuk Riau, menjadi salah satu pasar bagi beragam jenis herbal import berbasis tumbuhan dan tanaman tropis. Umumnya kami datangkan dari Singapura, Amerika, Inggris, termasuk Malaysia, “ ujar Hadianto PS, importir berbagai obat dan suplemen herbal Kukurma dan Aloe Vera di Pekanbaru.

”Kami mengimpor dari Singapura dan Amerika. Beragam obat dan suplemen herbal impor berbasis tumbuhan Indonesia, seperti Noni, menjadi andalan distribusi kami, “ ujar Eriatman Sahita dari agen distributor Soho. (Jupernalis Samosir)

Sumber : http://www.tempointeraktif.com
Tinggalkan komentar anda tentang Naskah Obat-obatan Melayu Kuno Raib

0 komentar:

Posting Komentar

Recent Posts